Waspada Inflasi Ramadan 1447H, BPS Riau Soroti Bahan Pangan dan Transportasi

Meni
Waspada Inflasi Ramadan 1447H, BPS Riau Soroti Bahan Pangan dan Transportasi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai lonjakan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447H. Komoditas pangan dan sektor transportasi diprediksi kembali menjadi pendorong utama kenaikan harga di Bumi Lancang Kuning.

Dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pekanbaru, Rabu (11/3/2026), Asep menjelaskan bahwa pola inflasi tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tekanan harga terutama berasal dari kelompok makanan yang fluktuatif serta tarif yang diatur pemerintah.

“Komoditas pendorong inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri didominasi oleh volatile food dan beberapa komoditas administered prices,” ujar Asep di Pekanbaru.

Tren Historis dan Komoditas Kunci
Berdasarkan data BPS tiga tahun terakhir, cabai merah dan bawang merah menjadi “langganan” penyumbang inflasi terbesar. Sebagai gambaran, pada Maret 2025, cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,28 persen, disusul bawang merah sebesar 0,25 persen pada April 2025.

Selain dua komoditas tersebut, beberapa barang lain yang patut diwaspadai meliputi, daging ayam ras, telur ayam ras, kentang, minyak goreng, dan bawang putih. Tarif angkutan udara (pesawat), angkutan antarkota, tarif listrik, hingga emas perhiasan.

Antisipasi Lonjakan Permintaan
Asep menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok, mengingat permintaan masyarakat biasanya melonjak tajam mendekati Lebaran. Sektor transportasi juga diprediksi mengalami puncak tekanan harga saat arus mudik di akhir Ramadan dan arus balik usai Idulfitri.

“Perlu menyiapkan stok untuk komoditas penting yang sering mengalami lonjakan harga seperti cabai, bawang, telur, dan daging ayam,” tambahnya.

Saat ini, BPS terus memantau perkembangan harga di empat titik acuan inflasi di Riau, yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kota Tembilahan. Langkah antisipasi melalui TPID diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga selama hari besar keagamaan nasional ini.(Sf)

Editor : Tr

Pos Terkait

Read Also

BPS Riau Sampaikan Alasan Pentingnya Sensus Penduduk Lanjutan Hingga 30 Juni 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menyampaikan alasan...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *