LintasPena.com|Muara Enim– Curah hujan beberapa hari ini tidak ada hentinya bahkan menyebabkan bencana banjir di setiap desa dan kelurahan tapi pada saat ini warga desa karang raja menjerit melihat dapur rumahnya ambruk hanyut di terjang sungai enim yang cukup besar seakan pemerintah kabupaten muara enim tidak peduli dengan rumah warga sekarang akan terancam hanyut di bawah arus sungai enim. Senin (02/02/2026).
“Dari pantuwan awak media di lapangan rumah Trisno (60) dusun 6 desa karang raja kecamatan Muara Enim mengatakan bahwa mulai longsor pada hari minggu kemaren kira-kira jam 04.30 wib terus yang kedua yaitu tadi pagi ini hari senin kira-kira pukul 05.30 wib pagi, dapur sebetulnya belum ada aktivitas untuk hari minggu itu sudah ada aktivitas tapi masih jauh sekarang tadi pagi ini tiba tiba habis sholat subuh ada kedengaran suara gretak-gretak atau dentuman ternyata kami lihat dapur rumah kami roboh hanyut terbawa sungai enim semua isi rumahnya hilang di bagian dapur dan semua bangunannya di bawa sungai enim.
Lanjut Sutrisno” Dulu perna melaporka ke pemerintah kabupaten muara enim masalah longsor untuk memintak bantuan bronjong atau apa saja agar rumah kami tidak terjadi longsor akibat luapan sungai enim bahkan sudah dua kali kami mengusulkan kepada pemerintah di mulai tahun 2020 dan juga di musrembang tahun 2023 tapi belum sampai sekarang belum ada realisasinya.
“Harapan kami memohon kepada Bupati Muara Enim memintak bantuan secepat-cepatnya agar kedepanya nanti tidak terjadi longsor susulan lagi nanti kami sangat kuatir sudah pasti akan terjadi apa bila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten muara enim, dapur rumah sekarang terbawa arus sungai enim saat ini kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah kami sangat memohon kepada Bupati Muara Enim agar belakang rumah kami ini cepat di tanggulangi kalau tidak rumah kami akan hanyut semuanya terbawa sungai enim.”ucapnya.
Kepala desa karang raja Okta Vianty meninjau langsung rumah warga pada saat ini sudah terbawa arus sungai enim yang begitu besar meluap mengakibatkan rumah warga trancam hanyut karena sudah yang ketiga kalinya kejadian ini tahun pertama itu di tahun 2020 waktu saat terjadi longsor dan sekarang longsor kembali kami langsung datang untuk melihat langsung dan menyampaikan kejadian ini ke BPBD Kabupaten Muara enim terus kita juga sudah bikin proposalnya dari tahun 2020 itu ada realisasi pembangunan bronjong sekitar 20 meter tetapi tempatnya bukan di sini di sebelah sana kami juga merasa heran usulan kami tapi di kerjakan lain tempat lalu kejadian lagi di tahun 2023 kami juga meninjau langsung ke sini dan sama hal yang sama kami lakukan bahkan di saat ngesrenbang juga kami sampaikan untuk pembangunan bronjong lanjutan tapi sampai detik ini belum ada realisasi sehingga terjadi lagi longsor di tahun 2026.
Kami juga sudah menyampaikan kepada warga untuk mengungsi dulu himbauan kami kepada pak Sutrisno sekeluarga ini kalau memang ada keluarga yang terdekat yang jangkauannya jauh dari sungai ini pindah dulu untuk sementara tapi karena mengingat pak Sutrisno cuman satu ini tempat mereka berteduh jadi mau tidak mau mereka harus tetap tinggal di sini.
“Harapan kami selaku pemerintah Desa karang raja kami mohon kepada pemerintah baik itu Kabupaten mungkin dapat segera menindaklanjuti bagaimana caranya mungkin ada dana darurat dan lain sebagainya untuk dapat segera membangun ataupun bagaimana solusi awal agar tidak terjadi lagi longsor karena mengingatkan curah hujan semakin tinggi beberapa hari ini.”tegas Kades desa karang raja. (Radi)










Tidak ada Respon