Bantu Tekan Angka Putus Sekolah, 190 Siswa di Koto Tengah Terima Alat Tulis

admin
A-AA+A++

SUNGAI PENUH|Pesisir Bukit, Lintaspena.com–  Dalam upaya mendukung kemajuan pendidikan dan mendorong semangat belajar generasi muda, Pemerintah Kecamatan Pesisir Bukit bersama Pemerintah Desa Koto Tengah menyalurkan bantuan alat tulis kepada 190 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Desa Koto Tengah.(10/7/20205).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Desa Koto Tengah,Tansrilana, disaksikan langsung oleh Camat Pesisir Bukit, Bambang Sudianto, S.Pd., serta perwakilan Babinsa dan tokoh masyarakat setempat. Setiap siswa menerima satu kodi buku tulis dan perlengkapan alat tulis lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar.

Program ini menyasar siswa aktif dan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka, sekaligus langkah konkret untuk menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.

“Ini adalah langkah awal kami dalam mendukung pendidikan anak-anak di Desa Koto Tengah. Kami ingin memastikan mereka tetap semangat belajar meski di tengah keterbatasan. Dukungan dari masyarakat sangat kami harapkan agar program ini dapat terus berlanjut dan berkembang,” ujar Kepala Desa Tansrilana dalam sambutannya.

Sementara itu, Camat Pesisir Bukit, Bambang Sudianto, S.Pd., memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa. Ia menyebut program ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah desa dan kecamatan dalam memajukan pendidikan.

“Pendidikan adalah pondasi masa depan. Bantuan semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi anak-anak kita. Ini adalah bentuk motivasi nyata agar mereka tetap bersekolah dan tidak menyerah pada keadaan,” tegas Camat Bambang.

Kegiatan pembagian alat tulis ini berlangsung lancar dan penuh semangat. Antusiasme tinggi tampak dari para siswa dan orang tua yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bahwa pendidikan menjadi prioritas bersama.

Pemerintah Desa Koto Tengah menyatakan komitmennya untuk menjadikan program ini sebagai agenda tahunan. Selain itu, desa siap membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, demi memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.(elda)