SOLO, LINTASPENA.COM Charta Politika Indonesia merilis hasil survei tentang sosok yang akan dipilih di Pilkada Jawa Tengah, beberapa hari lalu. Hasilnya, nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka muncul di urutan pertama. Bahkan jauh di atas nama lainnya seperti Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Terkait hasil survei tersebut, Gibran mengaku tak kaget. Menurutnya, hasil survei tersebut hanyalah hitung-hitungan semata. Kendati demikian, ia menegaskan masih akan tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Solo.

“Nggak kaget saya, nggak ada tanggapan, ya bagus. Isih suwe to (masih lama kan),” ujar Gibran seusai rapat Satgas Covid-19 bersama Forkopimda di Manganti Praja, Senin (18/4).

Baca Juga : Bawaslu Riau Terima Silaturahim Partai Garuda

Gibran menegaskan, dirinya tidak pernah minta namanya dicantumkan dalam survei tersebut.

“Wong survei ya survei, aku ora jaluk jenengku dicantumkan di survei. Ngerti-ngerti ongkone metu, ngerti-ngerti duwur dewe aku kan ora mudeng ( wong survei ya survei saya tidak minta namaku dicantumkan di survei, tahu-tahu prosentasenya keluar, tahu-tahu diatas sendiri, saya kan tidak tahu).

Saat disinggung terkait posisi Gubernur Jawa Tengah, Gibran menegaskan jika dirinya tidak berandai-andai. Ia juga mengaku jika masih lama untuk lebih fokus memimpin Kota Solo.

Baca Juga : Menteri Kesehatan Budi: Antibodi Masyarakat Naik jadi 99,2 Persen Jelang Lebaran

Gibran juga mengibaratkan sebuah cerita kartun Naruto, di mana alur yang diceritakan tidak sesuai dengan alur cerita yang diinginkan.

“Ndak suwe-suwe malah koyo hokake ke tujuh, ora ceritane ora ngono, siboruto, wes ora nyambung. Ora ora, survei yo survei wes pokoke ora isih suwe (Tidak lama-lama malah seperti Hokage ke tujuh, tidak ada ceritanya tidak begitu, ada si Boruto juga, tidak nyambung. Tidak tidak, survei ya survei, pokoknya saya tidak, masih lama disini),” tandasnya.

Gibran juga menegaskan tak akan mengikuti jejak karir ayahnya Jokowi. Jejak kariernya dibuat olehnya sendiri tidak mengikuti siapa-siapa.

Baca Juga : Menteri Kesehatan: 392 Juta Dosis Vaksin Sudah Diberikan ke 198 Juta Masyarakat Indonesia

“Tidak niru siapa-siapa, jejak saya sendiri,” pungkas dia.

Source : Merdeka.com
(VLH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *