Tuntaskan Permasalahan Masyarakat, Pemkab Muba Gelar Mediasi Bersama PT BSS

admin
A-AA+A++

Sekayu, Lintaspena.com – Pemkab Musi Banyuasin mengadakan rapat mediasi bersama dengan pihak PT Berkat Sawit Sejati (BSS) untuk menyelesaikan persoalan terkait perihal pemortalan jalan yang dilakukan oleh oknum masyarakat diperlintasan Kebun PT BSS yang berlokasi di Dusun III Desa Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir, sepanjang ± 7,5 KM.

Rapat dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Yudi Herzandi SH MH ini berlangsung di ruang rapat Sekda Muba, Senin (25/03/2024) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Yudi Herzandi minta pihak PT BSS untuk bersedia perawatan jalan dan bersedia membuat pernyataan bahwa jalan dibebaskan oleh PT. Medco Energi & Gas tersebut.

Selain itu, ia juga minta kepada masyarakat desa Tampang Baru Dusun III untuk segera membuka portal jalan kebun.

“Rapat yang kita lakukan ini adalah salah langkah atau upaya dalam menyelesaikan permasalah yang tengah terjadi. Pertemuan ini, diharapkan agar dapat menjadi rapat terakhir dengan kesepakatan yang disetujui bersama tanpa ada yang merasa dirugikan dalam artian kesepakatan tersebut membawa manfaat kepada masyarakat dan pihak perusahaan tidak merasa dirugikan,” tandasnya.

Sementara, pihak PT BSS Vimanlusin menyatakan bahwa bahwa pihaknya bersedia melakukan perawatan jalan dan bersedia membuat pernyataan bahwa jalan dibebaskan oleh PT Medco Energi & Gas.

“Kami Siap dan menyetujui kesepakatan yang telah disampaikan dalam rapat ini. Kami juga berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat dan baik,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kabag TAPEM Suganda AP MSi., KabagOps M Ali Asri., Kades Tampang Baru Daniel Firmansyah, Herman KPHP Meranti, perwakilan Dinas Perkebunan Ilham, Camat Bayung Lencir diwakili Sekcam Kasi Pemerintahan Syarif Hidayat.(Dewi)

Pos Terkait

Read Also

Ayo Gercep! Muba Maju Lebih Cepat, Peluang Kerja Lebih Dekat!

Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan...

Pemkab Muba Berhasil Turunkan Angka Stunting Berdasarkan Kajian Ilmiah

Tingginya beban stunting di Indonesia akibat prevalensi yang...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *