ROHIL, LINTASPENA.COM – Bupati Rohil Afrizal Sintong Sip telah menganggarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) program Pemerintah Daerah (Pemda) sebesar Rp58 Milyar di tahun anggaran 2022 ini.

Dimana dana tersebut akan di peruntukan bagi 28 ribu Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. BLT program Pemda tersebut merupakan wujud dari janji politik Bupati dan Wakil Bupati Rohil saat ini.

Pernyataan tersebut di sampaikan langsung oleh Bupati Afrizal Sintong Sip saat ditemui di Mess Pemda Rohil, Sabtu (7/5/2022) malam.

Baca Juga :

Polwan di Ambon Digerebek Suami Saat Sekamar Bareng Pendeta

Belakangan ini banyak muncul pertanyaan dari masyarakat terkait janji politik Afrizal Sintong Sip dan H Sulaiman SS MH bupati dan wakil bupati Rohil saat ini yang di sampaikan kepada masyarakat saat massa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rohil 9 Desember 2020 lalu. Dimana saat itu keduanya merupakan pasangan calon nomor urut 4.

Pertanyaan janji politik itu di sampaikan masyarakat salah satunya melalui media sosial yakni Facebook. Bahkan pada beberapa akun Facebook pribadi ada yang menyampaikan pertanyaan lengkap dengan  foto “KARTU 4M4N”.

Apa yang telah di sampaikan oleh Bupati terkait dengan BLT Pemda sebesar Rp58 Milyar untuk 28 ribu KK tersebut barang kali telah menjawab pertanyaan dari masyarakat tersebut.

Baca Juga :

Kementerian Keuangan Harap Penguatan Sektor Manufaktur Dongkrak Ekonomi Kuartal II

“Untuk bantuan bagi masyarakat kurang mampu sudah kita anggarkan tahun ini, jumlahnya cukup besar yakni Rp58 Milyar,” kata Bupati.

BLT bagi masyarakat kurang mampu tersebut memang belum di salurkan sampai dengan saat ini. Adapun alasan bantuan itu belum tersalurkan dikarenakan masih dalam tahap proses pendataan yang dilakukan oleh para Penghulu dan Lurah.

“Baru sebagian Penghulu dan Lurah yang menyerahkan nama-nama penerima bantuan ke Dinas Sosial sementara sisanya masih melakukan pendataan, namun sudah kita intruksikan secepatnya dan menyerahkan data penerima bantuan ke dinas terkait,” jelas Bupati.

Baca Juga :

Gubernur Bengkulu: Semua ASN Provinsi Bengkulu Mulai Besok Sudah Bekerja di Kantor

Bupati menerangkan yang namanya bantuan tunai tentu ada mekanisme dan tahapan yang harus dilalui. Seperti penerima tentu saja harus benar-benar diangap layak sesuai dengan kondisi kehidupanya.

Selain itu, BLT program Pemda yang sudah di tetapkan Rp250 tiap bulanya per KK sesuai janji politik ini tidak serta merta di salurkan begitu saja, karna ada persyaratan dan aturan yang harus dipatuhi.

Adapun untuk dana bantuan Rp250 ribu perbulan itu persyaratannya adalah penerima belum pernah menerima bantuan yang sama seperti BLT dan PKH.

Baca Juga :

One Way Hingga Contraflow Sudah Berlaku di Ruas Tol Semarang-Jakarta, Ini Titiknya

Hal ini menyimpulkan bahwa bagi masyarakat yang sudah pernah menerima bantuan BLT dan PKH sebelumnya maka namanya tidak akan masuk dalam daftar penerima bantuan yang dananya bersumber dari APBD Rohil tersebut.

Di tambahkan Bupati lagi, setelah nama-nama penerima bantuan selesai di data oleh masing-masing Penghulu dan Lurah di serahkan ke Dinas Sosial, masih ada satu tahapan yang harus di lalui sebelum dana itu nantinya sampai ke tangan masyarakat selaku penerima.

“Untuk proses penyaluran dana bantuan ini kita melakukan kerjasama dengan pihak Bank Rohil,” Papar Bupati.

Baca Juga :

Tren Kondisi Perekonomian Daerah Membaik, Transaksi Sepanjang Ramadan dan Idulfitri 2022 Mendorong PDB Nasional Sebesar 0,14 Basis Poin

Setelah pendataan selesai, pihak bank melalui petugas akan mendatangi seluruh Kepenghuluan dan Kelurahan untuk membuatkan buku tabungan masing-masing penerima.

“Jadi petugas bank Rohil nanti akan datang ke tiap Kepenghuluan dan Kelurahan dan akan membuatkan buku tabungan sesuai nama¬† pada data yang telah di ajukan. Buku tabungan yang akan di terbitkan itu juga harus sesuai dengan KTP penerima,” terangnya.

Saat di singung kapan pastinya BLT ini dapat di nikmati oleh masyarakat, Bupati mengaku belum bisa memastikan dan akan di upayakan secepat mungkin.

Baca Juga :

Jumlah Penumpang Pesawat Periode Mudik Lebaran hingga 6 Mei 2022 Sebanyak 2,1 Juta Orang

“Harapan saya proses bisa cepat paling tidak sekitar bulan enam sudah bisa di cairkan. Akan tetapi mengingat berkaitan dengan administrasi bisa jadi sedikit agak lama namun yang pasti tetap akan di cairkan setelah semua administrasinya selesai, dan saya berharap sembari menghimbau kepada masyarakat bisa lebih bersabar,” pungkasnya.

Jurnalis: Yohannes Gea

Editor: Virgo L. Hulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.