Lintaspena.com, Lamsel – Perjalanan hidup seseorang terkadang mengalami kesedihan, kesusahan dan keterpurukan sejak kecil. Ada juga langsung mengalami kesenangan, kebahagiaan atas peran orang tuanya. Karena sarana dan prasarana lengkap. Tetapi bagi perjalanan hidup relawan Pustaka Nusantara Ardi Yanto (52) warga Dusun Kayu Tabu RT 01 RW 04 Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan sejak kecil sudah menjadi anak yatim dan keluarga prasejahtera.
Namun dibalik masa kanak-kanaknya kurang bahagia dikarenakan keadaan, tidak membuatnya minder dan merasa kecil hati. Semua pekerjaan ditekuninya, mulai dari bertani, menjadi driver dum truk, supir angkot, berdagang, buruh pabrik untuk menyambung hidup.
Diakhir, usianya mulai tak muda lagi. Ia mulai merintis sebuah usaha keluarga, yakni duplikat kunci dan percetakan dan sablon yang berlokasi di Jl. Lintas Sumatera KM 03 Way Bakak Bakauheni. Dan usaha tersebut mulai maju dan dikenal publik serta dibutuhkan masyarakat umum. Karena hanya satu-satunya usaha bergerak di bidang duplikat, percetakan dan sablon di wilayah Kecamatan Bakauheni, Ketapang dan Penengahan.
Setelah sukses dalam merintis usahanya untuk menunjang ekonomi keluarga. Ardi Yanto tergerak menjadi relawan pustaka untuk ikut mencerdaskan anak-anak di pedalaman, terutama di wilayah pulau -pulau yang aksesnya jauh dari pusat pemerintahan. Dan telah mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo berupa kendaraan pustaka.
Disela-sela aktivitasnya Ardi Yanto pria kelahiran Tangerang, 01 Desember 1971 menceritakan bahwa meskipun tak mengenyam pendidikan tingkat pertama, namun IQ nya lumayan cerdas. Dengan bukti rintisan usahanya menggunakan komputer yang didapat secara otodidak. Sehingga untuk desain percetakan maupun sablon sudah dikuasai.
“Alhamdulillah saya bersyukur atas karunia yang Maha Agung telah memberikan kelebihan kepada diri saya. Padahal saya ini, pendidikan tak lulus sekolah dasar. Karena hanya kelas 5 SD berhenti dikarenakan anak yatim-piatu. Meskipun tak mengenyam pendidikan, saya serba bisa. Dan dalam perjuangan ini, perjalanannya sangat panjang tidak ujug-ujug sukses, tetapi mengalami suka-duka untuk meningkatkan Skill demi menunjang usaha, ” Urainya disela-sela aktivitasnya di lokasi usahanya, Jum’at (22/6/2023) sore.
Sambung Ardi Yanto, selain bergerak menjadi relawan pustaka, dirinya pun bergabung menjadi Pewarta sejak satu tahun yang lalu. Ia bercita-cita kedepannya akan membuka pelatihan komputer untuk anak-anak di wilayahnya. Karena ingin ilmu yang didapat ditularkan kepada generasi penerus bangsa.
“Kedepannya saya mempunyai keinginan membuka pelatihan komputer secara gratis untuk anak-anak di wilayah Kecamatan Bakauheni, khususnya di Desa Kelawi. Karena ilmu ini sangat bermanfaat, sehingga kelak dewasa nanti, mereka pun akan menularkan ilmunya yang bermanfaat untuk orang lain, ” sambungnya.
Ardi Yanto pun menginformasikan bahwa, usaha duplikat kuncinya serba bisa. Baik yang hilang, maupun hanya duplikat saja. Serta bisa dipanggil ketika mengalami kendala pada kunci kendaraan di tengah jalan dengan biaya menyesuaikan lokasi jarak tempuh.
“Kita bisa dipanggil ketika kendaraan anda hilang dijalan. Sementara kendaraan tak bisa bergerak. Tinggal hubungi nomor kami 0852-7968-2229. Kita langsung meluncur ke lokasi dan dipastikan dalam hitungan menit kunci bisa kita buatkan sama persis dengan yang aslinya, “tutur Ardi.
Dirinya pun berpesan kepada anak-anak muda, untuk terus menuntut ilmu dan rajin membaca. Karena menurutnya membaca itu gerbang pengetahuan dunia. Dan bagi anak-anak yang putus sekolah, untuk melanjutkan pendidikannya ke lembaga non formal untuk mendapatkan pendidikan yang setara.
“Kepada adik-adik generasi muda, teruslah belajar menuntut ilmu guna mencapai cita-cita. Namun bagi yang tidak mampu, tirulah saya. Meskipun tak berpendidikan tinggi, tetapi pengetahuan dan kecerdasan pikiran bisa diadu. Buktinya, anak-anak saya sudah saya tularkan semua pengetahuan yang saya miliki. Alhamdulillah mereka mempunyai skill dibidang komputer dan lulus ke perguruan tinggi, ” pesannya.
Masih dikatakan Ardi Yanto untuk memotivasi anak muda, hidup janganlah banyak gengsi. Lakukan jika bermanfaat. Dirinya pun saat ini, sukses menjadi petani Alpukat dengan luas 3 hektar dengan omset mencapai 80 juta-an ketika musim panen.
“Hidup ini jangan banyak gaya dan gengsi. Hal tersebut yang membuat hidup kita tidak maju. Wujudkan impian dalam hidup kita di dunia nyata ini. Karena semua kesuksesan Berawal dari mimpi. Jadi jangan takut bermimpi, namun harus diwujudkan agar cita-cita kita benar-benar terwujud, ” pungkasnya pria muda yang telah mempunyai anak 4 dan istri 2.
Pewarta : Yan dan Mu’min.
Sukses Meskipun Tak Mengenyam Pendidikan Tinggi, Kisah Ardiyanto Menjadi Inspirasi Bagi Generasi Muda








Tidak ada Respon