PEKANBARU, LintasPena.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, turun tangan meredam gejolak di internal legislatif dengan menggelar pertemuan mendesak bersama unsur pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD Riau, Senin (22/6/2026). Pertemuan ini merespons mosi tak percaya yang dilayangkan oleh enam fraksi terhadap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau, Renaldi.
Tindakan mosi penolakan tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam para anggota dewan terhadap kinerja Sekwan yang dinilai lambat dan tidak komunikatif. Akibat buruknya tata kelola administrasi tersebut, hak-hak keuangan anggota DPRD Riau dilaporkan macet total dan belum dicairkan selama empat bulan terakhir.
Tersendatnya anggaran ini berdampak langsung pada lumpuhnya sejumlah agenda krusial kedewanan. Beberapa program penting yang ikut mandek di antaranya adalah pembiayaan perjalanan dinas hingga agenda sosialisasi peraturan daerah (Sosper) ke masyarakat.
Menanggapi ketegangan tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencoba mendinginkan suasana. Ia menilai perselisihan yang terjadi antara mayoritas fraksi dengan Sekwan tersebut murni karena adanya sumbatan komunikasi.
“Mungkin miskomunikasi saja. Yang namanya manusia ada yang kurang dan ada juga lebih, tidak ada yang sempurna. Tapi kekurangan inilah yang sama-sama kita benahi,” ujar SF Hariyanto seusai pertemuan di Pekanbaru.
Meski menyebutnya sebagai miskomunikasi, SF Hariyanto tetap mengambil tindakan tegas demi memastikan roda kelembagaan legislatif kembali berjalan normal. Ia langsung memberikan instruksi dan tenggat waktu ketat kepada Sekwan untuk segera membereskan seluruh tunggakan administrasi.
“Jika ada masalah administrasi tolong diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya. Ikuti aturan, segala persoalan akan kita carikan solusinya dan duduk bersama dengan pimpinan. Mana yang salah diperbaiki,” tegasnya.
Terkait keluhan utama anggota dewan mengenai mandeknya pencairan dana, SF Hariyanto memberikan perintah khusus. Ia menginstruksikan Sekwan agar pencairan hak anggaran anggota dewan tersebut wajib direalisasikan paling lambat dalam waktu dua minggu ke depan.”Tidak ada yang tidak bisa kalau kita duduk bersama,” pungkas SF Hariyanto optimis.
Sebagai informasi, dari total seluruh fraksi yang menduduki kursi di DPRD Riau, gelombang mosi tak percaya ini hampir disuarakan secara bulat. Tercatat hanya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memilih tidak ikut serta dalam aksi penolakan terhadap Sekwan tersebut. (AdvDz)










Tidak ada Respon