Lukai 18 Warga hingga Sekolah Daring, Monyet Liar Peneror Akhirnya Dievakuasi ke Pekanbaru

Meni
Lukai 18 Warga hingga Sekolah Daring, Monyet Liar Peneror Akhirnya Dievakuasi ke Pekanbaru
Salah satu Monyet liar yang telah mebuat resah warga di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang diamankan BBKSDA Riau.
A-AA+A++

PEKANBARULINTASPENA.COM – Teror monyet ekor panjang yang sempat membuat resah warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, akhirnya resmi berakhir. Satwa liar yang dilaporkan telah menyerang dan melukai sedikitnya 18 orang warga tersebut berhasil ditangkap menggunakan kandang perangkap dan kini telah dievakuasi ke Kota Pekanbaru.

Monyet berekor panjang dengan nama latin Macaca fascicularis tersebut dibawa ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menjalani proses observasi mendalam.

“Ya, kita bawa ke BBKSDA Riau di Pekanbaru untuk kepentingan observasi,” konfirmasi Humas BBKSDA Riau, Reni, Kamis (6/8/2026).

Langkah observasi ini diambil guna menyelidiki penyebab perilaku satwa yang dinilai sangat agresif dan tidak biasa dibanding monyet pada umumnya. Penelitian perilaku serta kesehatan satwa ini akan ditangani langsung oleh tim dokter hewan internal BBKSDA Riau.

Selain memantau kondisi fisik dan psikologisnya, tim medis veteriner juga akan memastikan apakah primata tersebut terpapar penyakit berbahaya seperti rabies. Terlebih, dampak serangannya telah menyasar 18 warga lokal, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, yang menderita luka robek cukup parah akibat gigitan dan cakaran.

“Observasi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti perilaku agresif satwa tersebut. Nanti hasil pemeriksaan medis lengkap akan disampaikan langsung oleh dokter hewan setelah seluruh proses rampung,” lanjut Reni.

Sebelum observasi dimulai, Reni menjelaskan bahwa monyet tersebut harus melewati prosedur karantina terlebih dahulu di Klinik Arsari BBKSDA Riau. Fasilitas ini merupakan klinik khusus satwa liar di bawah pengelolaan Pusat Konservasi Riau (PKR) Arsari yang kerap menangani satwa korban konflik, hasil sitaan, maupun penyerahan masyarakat.

“Kalau untuk teknis observasi, biarlah dokter hewan yang menjelaskan. Saat ini monyet dalam perjalanan dari Inhil menuju Pekanbaru. Begitu sampai malam ini, langsung masuk ruang karantina,” jelas Reni.

Kendati demikian, pihak BBKSDA belum bisa memastikan durasi waktu karantina. Seluruh tahapan lanjutan akan menyesuaikan hasil pemeriksaan awal dari tim medis di lapangan.

Sebelumnya, kehadiran monyet liar ini benar-benar melumpuhkan kenyamanan masyarakat Tembilahan akibat aksi penyerangan yang terjadi secara tiba-tiba di kawasan permukiman.

Dampak masif dari teror ini bahkan sempat memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil mengambil kebijakan darurat. Sejumlah sekolah yang berada di zona terdampak terpaksa menghentikan aktivitas tatap muka dan mengalihkan sistem belajar mengajar menjadi daring (online) demi keselamatan para siswa.

Guna mengatasi situasi darurat tersebut, personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, BPBD, Polres, Kodim setempat, hingga belasan warga bersenjata senapan angin sempat bergotong-royong memburu satwa tersebut.

Tim BBKSDA Riau yang turun ke lokasi akhirnya berhasil mengevakuasi monyet tersebut dalam kondisi hidup dan selamat, sebelum akhirnya dipindahkan ke Pekanbaru untuk penanganan medis lebih lanjut. (Sf)

Pos Terkait

Read Also

Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Camp Pekerja HTI Pelalawan

PEKANBARU, LINTASPENA.COM — Nasib tragis menimpa seorang bocah...

Pemkab Bengkalis dan BKSDA Riau Sepakat Lakukan Monitoring Atas Pelaksanaan Kerjasama Dikawasan Konservasi

Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Sekretaris...

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *