Gunungsitoli, Lintaspena.com – Pelaksanaan Sidang Lapangan (PS) oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli atas kasus perkara Perdata dengan nomor Register 82/Pdt.G/2021/PN.Gst yang Beralamat di Jalan dolok maratimbang Dusun l Desa Hilina,a Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, yang di mulai sekira pukul 09.30 Wib berjalan dengan baik, selasa, 26/04/2022

Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Agus Komaruddin, SH yang memimpin sidang Lapangan membuka secara resmi pelaksanaan sidang, dan dengan mempersilahkan kuasa hukum penggugat Satu dan dua Yulius Laoli SH Untuk Menunjukkan objek Perkara.

Yulius laoli, SH., MH sebagai Kuasa hukum penggugat satu dan dua menjelaskan bahwa objek perkara yang di perkarakan adalah milik penggugat satu dan dua.


Sementara Kuasa hukum tergugat satu dan dua Elyfama Zebua, SH dan Faoziduhu Ziliwu, SH mengatakan bahwa “Kami Dari kuasa hukum tergugat sangat berterimakasih kepada pihak pengadilan Negeri Gunungsitoli yang telah hadir pada sidang lapangan, untuk membuktikan dan melihat langsung objek perkara. Kiranya menjadi bahan pertimbangan keabsahan Sebenarnya milik Tanah tersebut.” Jelas Faoziduhu Ziliwu.

Kuasa hukum tergugat, menilai bahwa penggugat tidak menunjukkan objek Tanah yang sebenarnya sehingga susah untuk membuktikan keabsahan kepemilikkan tanahnya.

“Penggugat bingung dan tidak mengetahui objek gugatan yang sebenarnya, melainkan penggugat mengada-ngada tanah objek perkara yang bukan miliknya.” bebernya.

Sementara di tempat yang sama saat wartawan mencoba mengkonfirmasi penggugat dua atas nama Sentosa Yamoarota Zebua yang notabene adalah seorang Pendeta GNKPI di Kota Gunungsitoli tidak mau memberikan tanggapan.

“Saya tidak bisa menanggapi dan tidak mau di wawancarai” ucapnya kepada wartawan.

Juniria Zebua sebagai kuasa insidentil penggugat intervensi mengatakan bahwa objek tanah yang di tunjukkan penggugat satu dan dua atas nama Fatilia Telaumbanua dan Sentosa Yamoarota Zebua kepada Hakim, itu adalah sebagian milik Dari penggugat Intervensi.

“Jadi mereka Menunjukan objek tanah, yang sebenarnya bukan milik penggugat satu dan dua melainkan itu adalah milik orang Tua kami yang telah di wariskan kepada kami sampai saat ini, dan kenyataanya kami yang menguasai sampai Sekarang objek Tanah tersebut”. Jelasnya

Pada acara sidang tersebut turut di hadiri oleh anggota Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan rombongan, Tim Opsnal dari Polres Nias, Kepala Desa Hilina’a dan jajarannya, keluarga tergugat, keluarga penggugat dan para Kuasa Hukum penggugat dan tergugat serta warga setempat juga sebagian insan pers/wartawan.***(Arius M)

Editor : Kris L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.