Plt Gubri Minta Maaf Soal Polemik Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tak Gerus Retribusi Daerah

Meni
Plt Gubri Minta Maaf Soal Polemik Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tak Gerus Retribusi Daerah
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat memberikan klarifikasi terkait polemik data program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekanbaru. (Foto : Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menyampaikan permohonan maaf resmi terkait kesimpangsiuran informasi dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan retribusi daerah. Polemik ini dipastikan murni karena kesalahan input data oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau, saya memohon maaf apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Saya ingin meluruskan berita yang beredar agar tidak menjadi bola liar,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru. Rabu, 24/06/26.

Berdasarkan hasil penelusuran, Dinas Pendidikan Riau salah memasukkan data terkait angka kontribusi retribusi dari kantin-kantin sekolah dalam laporan prognosis ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pihak Bapenda kemudian langsung meneruskan laporan tersebut kepada Plt Gubernur tanpa melakukan pengecekan ulang (cross-check).

Kepala Disdik Riau Erisman, melalui Sekretaris Disdik Teza Darsa, mengakui kekeliruan institusinya yang mengaitkan program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah.

“Kami telah keliru dalam menyampaikan laporan yang tidak benar. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda, dan seluruh masyarakat Riau atas kegaduhan ini,” ucap Teza.

Mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR tersebut menegaskan bahwa program MBG sama sekali tidak berpengaruh negatif pada retribusi daerah. Nilai retribusi kantin sekolah jika dipersentasekan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan angkanya sangat kecil, yakni hanya berkisar 0,01 persen.

Sebaliknya, Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung program nasional ini karena memberikan dampak ekonomi makro yang besar dan bersinergi dengan semangat efisiensi APBD.

“Dengan adanya program MBG, kita justru bisa menghemat anggaran daerah sebesar Rp45 miliar per tahun untuk biaya makan dan minum di sekolah berasrama (boarding school). Anggaran efisiensi ini bisa kita alihkan untuk program prioritas daerah lainnya,” jelas SF Hariyanto.

Pemprov Riau juga mendukung penuh pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap menghidupkan kantin-kantin yang ada di sekolah melalui ekosistem program ini.

“Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan dampak multiplier ekonomi yang jauh lebih besar. Program ini menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, hingga jasa distribusi,” pungkas Plt Gubri. (Fn)

Pos Terkait

Read Also

Dukung Pemprov Riau Tekan Pengangguran, PT Agrinas Palma Buka Lowongan Sektor Pengawasan

PEKANBARU, LintasPena.com – PT Agrinas Palma Nusantara regional...

Bertema ‘Membangun Negeri’, Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Berdampak Unri 2026

PEKANBARU, LintasPena.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau,...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *