Kerinci, Lintaspena.com – Menurut Gafar Uyub Depati Intan, akrap dipanggil Bang Ayub ini mengatakan, berdasarkan laporan tertulis Yelli Naiti Wartawati BEO.co.id, dan Marhaen Djubir Kabiro Perwakilan Kerinci dan Kota Sungai Penuh, 3 Nopember 2022 lalu, secara jelas dan rinci menerangkan peritiwa yang menimpa Yelli Naiti, yang dipanggil Ely itu, menjelaskan.
Ely, diserang secara tiba-tiba oleh Kontraktor Kerinci berinisial, ET dari CV. KHANSA KURNIA ILLAHI Warga Desa Jujun Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Berikut kronologisnya.
Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum inisial ET itu, 2 Nopember 2022 disalah satu ruang di Puskesmas Jujun Kecamatan Keliling Danau Kerinci. Kejadiannya sekitar pukul 10: 57 WIB, saat Yelli melakukan tugasnya sebagai Wartawan memVediaokan bangunan yang sedang dikerjakan itu.
Tiba-tiba dari belakang ET, menendang tangan Yelli, sehingga hpnya jatuh ketanah (lantai), dan pada tangannya membekas sepatu ET, dengan berlumur kotoran. Yelli, yang tengah kesakitan saat itu (dan tidak berdaya), diserang terus oleh ET, untung saja dihadang oleh Marhan Djubir, dan terjadi perang (ribut) mulu.
Dan keduanya diusir dari lokasi bangunan oleh ET bersama Tukang. Padahal keduanya sebelum melakukan kegiatan Jurnalist telah meminta Izin langsung pada ET dan tukang yang bekerja untuk mengambil gambar. Dan dipersilankan.
Kemarahan ET, saat Yelli memotret (memVideokan) salah satu titik pengadukkan Semen-Pasir untuk pemasangan Keramik. Apanya yang salah belum diketahui, tiba-tiba saja ET emosi dan menendang Yelli dari belakang, membuat ia terjatuh dan Hp lepas dari tangannya.
Menjawab pertanyaan Media Lintaspena.Com, melalui WhatsApp WA Bang Ayub, menjelaskan secara rinci, menurutnya Wartawan (Jurnalist) adalah aktivis informasi yang active dan creative menangkap setiap informasi yang terjadi dan berkembang ditengah masyarakat dalam setiap gerakkan pembangunan, guna mewujudkan kepentingan umum (kemaslahatan) masyarakat.
Informasi yang dihimpun Wartawan mewakili masyarakat guna mewujudkan informasi yang valid dan akurat secara jujur dan bertanggungjawab yang disampaikan pada masyarakat dalam bentuk berita, akurat, factual dan bukan hoax (kebohongan).
Maka chek and richek yang dilakukan Yelli Naiti dan Marhen Djubir, pada kegiatan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Jujun Kerinci, mutlak dan vital dilakukan,dengan biaya Rp.1, 6 miliar lebih tahun anggaran 2022, sumber uang rakyat Kerinci (APBD-Kerinci).
Guna melihat secara riil pencapaian fisik dan kualitas (mutu), hasil pekerjaan dari CV. KHANSA KURNIA ILLAHI, agar hasilnya memberikan azasmanfaat, bagi pelayanan Kesehatan masyarakat Kerinci, khususnya Jujun dan Keliling Danau.
Karya Jurnalist yang disampaikan lewat media (saluran) resmi dan dipertanggungjawabkan, bukan gelap atau abal-abal.Dengan melibatkan editor/ penulis guna menjaga isi konten dan kualitas laporan berita yang disajikan.
Yang terjadi pada Ely, bukan masalah soal pemberitaan, tahapannya belum sampai disana. Ia, jadi korban penganiayaan oleh ET dari CV. KHANSA KURNIA ILLAHI, dibawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, yang bermarkas di Bukit Tengah, Kec. Siulak kabupaten Kerinci.
Ely, jadi korban saat meliput, Ia di aniaya oleh ET. Otomatis ET, melanggar UU No.40 tahun 1999 tentang Pers, secara sah dan meyakinkan menghalangi Wartawan yang tengah melaksanakan tugasnya untuk mencari kebenaran fakta dilapangan bukan mencari-cari pembenaran, tegas Bang Ayub.
Seorang jurnalis yang baik adalah mereka yang benar-benar mengabdikan pekerjaannya untuk menyajikan berita apa adanya, tanpa ditambah tambahi atau dikurangi, terhindar dari nilai hoaks maka chek and richek menjadi tugas utama dari mencari kebenaran.
Ely, 41 tahun yang juga ibu dari 2 orang anak yang masih kuliah didua perguruan tinggi, dan mewakili ayah dalam rumah tangganya, memilih jalan hidup atau profesi sebagai Wartawan/ Wartawati.

Di tempat terpisah Marhen Djubir selaku Kabiro Perwakilan BEO & KORAN BIDIK 07 ELANG OPOSISI membenarkan anggotanya Ely, korban tendangan dari ET dari CV. KHANSA KURNIA ILLAHI.
Menjawab pertanyaan Media Lintaspena.Com, Marhan Djubir mengatakan tidak mudah menjadi Wartawan professional. Untuk menjadi seorang wartawan yang profesional, jangan mencari sesuatu berdasarkan hal yang lagi viral saja, akan tetapi mulailah untuk menjadi seorang wartawan yang memiliki ciri khas dengan menghasilkan berita eksklusif yang tidak dimiliki oleh wartawan lain pungkasnya.
Perlu kita ketahui, seorang wartawan tidak boleh untuk berbohong apalagi sampai menghasilkan berita bohong. Mereka punya tanggung jawab besar terhadap setiap berita yang dihasilkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Ini yang harus menjadi perhatian kita sebagai seorang jurnalis, Jadilah seorang wartawan dengan prinsip jurnalisme tinggi, jangan mudah terpengaruh terhadap materi dan kekuasaan yang akan membuat paham jurnalismemu semakin rusak.
Sebagai seorang Jurnalis, mengkritiklah dengan membangun menggunakan solusi bukan semata karena sensi. Lakukan hal terbaik sebagai jurnalis untuk membangun negeri ini menjadi negeri yang demokratis, dan menjunjung tinggi keadilan. Dan menjadikan Hukum sebagai panglima, bukan kekuasaan apa lagi kekerasan, ujarnya.
Banyak orang yang menganggap bahwa seorang jurnalis adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan, tetapi mereka lupa dengan perjuangan kami yang turun sampai ke pelosok demi mendapatkan seonggok informasi, untuk memperjuangkan kebenaran berlandaskan rasa keadilan, paparnya.
Bang Ayub, pada bagian lain keterangannya menegaskan, mohon maaf ‘’jangan dikotori Dunia Pers Indonesia yang turut memperjuang dan mempertahankan serta memelihara kemerdekaan Indonesia’’ maka setiap tindakan kekerasan seperti penganiayaan terhadap siapapun dan juga Ely. Jangan ada korban Ely-Ely lainnya.
Karena kaum perempuan Indonesia setara dengan laki-laki dalam memperjuangan kebenaran dan keadailan, ujarnya,
Dan proses hukumnya harus kita serahkan prosesnya secara Hukum pada pihak berwenang dalam hal ini Polri, untuk tidak mengulangi terjadinya main hakim sendiri oleh siapapun, ujarnya.
Saya yakin, Kapolres Kerinci akan memprosesnya sesuaiprosedur Hukum yang berlaku. Dan harus sabra, bukan satu dan dua masalah setiap hari diurus oleh Kapolres Kerinci, bisa puluhan bahkan ratusan setiap bulannya. Pungkas,**( Sandra Boy Chaniago)








Tidak ada Respon