Tanggamus, Lintaspena.com – Enak di dengar tak baik untuk ditiru kata kata ini pantas di sematkan pada Ikhwani selaku guru sebagai pengurus program Indonesia Pintar (PIP) di SDN1 Pekon Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung, (27/02/23).
Pasalnya Ikhwani perwakilann guru SDN 1 Pekon Badak secara terang terangan mendatangi rumah wali murid penerima bantuan PIP dengan membawa uang sejumlah Rp 1200.000 rupiah dan membawa selembar surat pernyataan yang di duga surat tersebut di buat oleh pihak sekolah, kemudian wali murid terkesan di paksa untuk menanda tangani surat tersebut yang sudah di tempel matrai 10000.
“Dan iya pun berpesan dengan waki murid supaya masalah PIP ini jangan sampai di perpanjang, ada apa dan mengapa patut di pertanyakan sebelum mencuatnya permasalahan in pihak sekolah bersi kukuh menyatakan kalau meteka tidak bersalah dan mengaku tak pernah tilap PIP siswa.
Saat wali murid menghubungi awak media iya mengatakan, saya sudah berdamai dengan mereka dalam hal ini pihak sekolah ada, salah satu guru yang datang kerumah saya dan juga ada saran dari orang tua seperti kakek dan neneknya Reno, dan juga saran dari teman teman yang lain juga termasuk teman dari pekon badak juga.
“Jadi saya sudah mengambil kesimpulan saya sudah terima uang dari pak Ikhwani Senilai Satu Juta Dua Ratus Ribu rupiah, jadi saya betul betul dan sangat sangat bertrimakasih atas perjuangan kamu membantu kami, sebenarnya tadi juga saya sempat adu mulut dengan pak Ikhwani tetapi kerena mereka tetap aja yang di permasalahkan dan juga saya sudah menandatangani surat pernyataan tersebut,” ucap wali murud pada Minggu (26/2/2023).
“Lanjut wali murid sebenarnya dari awal saya udah pernah bilang sama pak Ikhwani saat dia memuin saya di kebun sebelum permasalahan ini mencuat dalam pemberitaan, saya juga gak nyangka kok tiba-tiba pak Ikhwani datang ke rumah dengan membawa uang dan selembar surat uang itu dikasihkan ke saya dan saya di suruh tanda tangan, saya juga gak nyambung apa bunyi dari isi surat tersebut, setelah surat saya tanda tangani surat asli nya mereka yang pegang foto kopian nya di kasih kan sama saya,” bebernya.
Yang jelas pak Ikhwani tadi datang kerumah memang kita sempat adu mulut dan memintak untuk tidak di perpanjang masalah ini itu kata pak pak Ikhwani dan dia juga memberikan uang Satu Juta Dua Ratus Ribu rupiah kemudian saya di mintak untuk tanda tangan surat yang sedah di buat oleh mereka ada pun isi dari surat itu saya gak nyambung,” pungkasnya. (Heru).








Tidak ada Respon