Lintaspena.com, Lamsel – Rumah milik Bapak Suhardi (57) dan istrinya Nila Hati (53) yang berdomisili di Dusun Muara Kamal RT 002 RW 008Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, pada
Kamis (22/12/2022) malam, Pukul : 21.00 WIB ambruk saat hujan deras disertai angin kencang. Hal tersebut terjadi salah satu faktor nya, dikarenakan kondisi kuda-kuda kayu diatas serta balok-baloknya sudah lapuk dimakan usia.
Namun kejadian musibah tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa. Dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. Karena yang tersisa mempunyai atapnya, hanya diruang tamu dari ukuran rumah 10 X 10 meter. Dari pantauan dilapangan pasca dibersihkan oleh warga dan keluarga korban, kondisi dinding rumah samping kiri-kanan retak dan seperempat ikut ambruk, akibat tendangan balok kayu dan kuda-kuda kayu yang lepas.
Keluarga ipar korban, Darul Hafiz (50) menuturkan, pada waktu kejadian ayuknya itu lagi zikir karena malam jum’at dekat ruang tamu. Dan anak ayuknya, Dinda posisi tidur di kamar dekat ruang tamu. Sementara suaminya bekerja di Rawajitu (nelayan). Saat lagi berzikir ayuknya jerit-jerit minta pertolongan, karena kondisinya menderita diabetes melitus (kakinya mengalami pembusukan) sehingga tak bisa bergerak (lari).
“Pada saat kejadian ayuk saya ini, sedang berzikir habis sholat isya sekitar pukul 8.15 WIB, tiba-tiba di ruang tengah hingga dapur ambruk. Dan pada saat itu hujan deras disertai angin kencang. Sehingga para tetangga gedor-gedor pintu sambil memanggil-manggil untuk memberi pertolongan. Alhamdulillah Ayuk sama ponakan selamat,” Ujarnya.
Darul Hafiz menambahkan, faktor ambruknya rumah ayuknya adalah, kayu-kayu balok diatas sudah pada lapuk karena dimakan usia. Lalu ditambah hujan lebat disertai angin. Untuk sementara tinggal numpang sama tetangga sebelah.
Masih dikatakan Darul Hafiz mengatakan pada saat kejadian malam itu langsung di tinjau oleh Kepala Desa Ketapang Hamsin, Camat Ketapang Eko Supriyanto, Babinsa Serma Nahrowi, Bhabinkamtibmas Ketapang, Satpol PP Ketapang.
Sementara saat ditemui Ibu Nila Hati, mengatakan untung pada waktu kejadian, tidak ada anak-anak mengaji dirumahnya. Biasanya anak-anak kecil pada mengaji sambil lari-lari ke dapur minta minum air kulkas. Namun ia berharap bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Bupati Nanang Ermanto untuk bisa membantu merehab kembali tempat tinggalnya.
“Minta tolong! Bapak Bupati Nanang Ermanto, bantulah kami ini untuk memperbaiki kembali tempat tinggal kami. Kami ini orang susah, ditambah saat ini kondisi saya menderita penyakit diabetes melitus. Sekali lagi tolong lah, Pak wong susah kito ini,” Ucap Ibu Nila Hati sambil meneteskan air mata saat di konfirmasi oleh media SiagaOnline.com Lamsel, Sabtu (24/12/2022) sore.
Ditempat tinggal sementara, Suhardi suami Ibu Nila Hati yang baru tiba dari Rawajitu, setelah mendapat informasi rumahnya roboh, menuturkan, bahwa rumah yang roboh ini ditempati oleh istri dan anaknya sudah 13 tahun. Dari yang punya rumah sebelumnya. Dan sejak dibeli belum pernah diperbaiki.
“Rumah ini dapat beli sudah jadi (tinggal menempati) sudah 13 tahunan. Karena ingin misah dari orang tua tadinya. Memang kayu-kayu diatasnya sudah pada lapuk. Kita orang tidak mampu untuk mengganti kayu balok diatasnya. Dan seperti kita saksikan, saat ini kondisinya ambruk begini,” kata Suhardi.
Ia pun berharap, *para Pejabat di Kabupaten Lampung Selatan ini, bisa membantu biaya untuk memperbaiki kembali rumahnya. Agar kembali bisa ditempati kembali oleh anak istrinya,” harapnya.
Sedangkan Kepala Desa (Kades) Ketapang, Hamsin mengatakan, *saat ini korban bencana sudah kita pindahkan/diungsikan di rumah tetangga tidak jauh dari lokasi musibah, Langkah penanganan telah dilakukan, gotong- royong bersama oleh warga sekitar dibantu oleh aparatur desa, anggota keluarga, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pol PP Kecamatan Ketapang,” Ucap Hamsin.
Hamsin menambahkan, “telah diadakan peninjauan oleh Camat Ketapang, dan telah disalurkan bantuan sembako dari pihak desa dan kecamatan. Kemudian untuk proposal laporan ke Pemkab Lamsel, sudah kita laporkan atau ajukan,” Imbuh Hamsin. (Idham)
Lapuk Dimakan Usia, Rumah Warga Ketapang Ambruk saat Hujan Deras









Tidak ada Respon