BOR RSUD Arifin Achmad Tembus 91,54 Persen, Dirut Konfirmasi Rekor Tertinggi Sejak 2008

Meni
BOR RSUD Arifin Achmad Tembus 91,54 Persen, Dirut Konfirmasi Rekor Tertinggi Sejak 2008
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, drg. Yusi Prastiningsih, MM
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com  – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau tengah menghadapi lonjakan pasien yang signifikan. Berdasarkan data terbaru per Kamis (16/4/2026), tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit milik pemerintah daerah ini menembus angka 91,54 persen.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, drg. Yusi Prastiningsih, MM, saat dikonfirmasi media lintas pena.com membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, dari total kapasitas 497 tempat tidur yang tersedia, sebanyak 455 unit telah terisi oleh pasien. Angka ini tercatat sebagai salah satu rekor tertinggi tingkat keterisian rumah sakit sejak tahun 2008.

“Lonjakan ini memang luar biasa, namun di sisi lain, tingginya angka BOR ini menjadi indikator bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan RSUD Arifin Achmad semakin membaik,” ujar drg. Yusi di Pekanbaru, Kamis siang
.
Meskipun kepercayaan masyarakat meningkat, drg. Yusi tidak menampik adanya tantangan besar, terutama terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di bidang keperawatan. Pihak manajemen mengakui bahwa rasio perawat saat ini masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang terus bertambah .

“Untuk SDM keperawatan memang kita masih kurang, apalagi dengan kenaikan BOR yang drastis ini. Namun, kami pastikan tantangan tersebut tetap bisa diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pelayanan medis di lapangan,” tegasnya.

Sebagai langkah cepat, manajemen RSUD telah melakukan penambahan 20 tempat tidur tambahan dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di area rumah sakit. Namun, drg. Yusi menyebutkan bahwa tambahan fasilitas tersebut juga langsung terisi penuh (full) sesaat setelah disiapkan .

Berdasarkan laporan supervisi internal per Rabu malam (15/4), sebaran pasien didominasi oleh kelas 3 yang terisi 217 pasien dari kapasitas 209 tempat tidur (melebihi kapasitas normal). Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tercatat ada 29 pasien yang tengah ditangani, dengan 15 di antaranya direkomendasikan untuk rawat inap .

Kondisi serupa terjadi pada layanan intensif seperti unit CVCU yang terisi 11 pasien dari kapasitas 8 tempat tidur, serta unit NICU dan SCN yang dilaporkan dalam kondisi penuh.

“Kami terus memantau pergerakan data setiap jamnya. Fokus utama kami adalah memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang layak sesuai prosedur, meskipun beban kerja tenaga kesehatan saat ini meningkat tajam,” pungkas drg. Yusi.

Manajemen RSUD Arifin Achmad juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memanfaatkan sistem rujukan secara berjenjang guna memastikan penanganan di tingkat rumah sakit rujukan provinsi ini tetap berjalan optimal.

Pos Terkait

Read Also

Langka! RSUD Arifin Achmad Riau Berhasil Operasi Pasien Remaja dengan Dua Rahim dan Satu Ginjal

PEKANBARU, LintasPena.com – Tim medis RSUD Arifin Achmad...

Dituding Abaikan Transparansi, RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Tak Respons Surat Klarifikasi LSM AKBAR soal Proyek Kanker 2023

PEKANBARU, Lintaspena.com– Upaya Lembaga Swadaya Masyarakat Angkat Keadilan...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *