PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia di Kantor Gubernur Riau, Jumat (30/10/2026). Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan dan evaluasi program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Kedatangan tim Kemenhut yang dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi.
Sekda Riau Syahrial Abdi menjelaskan bahwa program M4CR tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon mangrove secara seremonial. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami baru saja membahas program M4CR bersama Kemenhut. Melalui program ini, kawasan pesisir kita tidak hanya dijaga dan ditanami mangrove, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, terutama pemilik lahan. Masyarakat dilibatkan penuh dalam seluruh proses, mulai dari menjaga, menanam, memelihara, memulihkan, hingga membangun ekosistem di sana,” ujar Syahrial Abdi.
Syahrial menambahkan, program pemulihan lingkungan ini diintegrasikan langsung dengan sektor ekonomi produktif masyarakat pesisir guna menjamin keberlanjutannya.
“Program ini kami integrasikan dengan budidaya tambak, seperti komoditas ikan, kepiting, dan jenis lainnya yang mendukung ekonomi lokal. Model integrasi ini yang nantinya akan diadopsi dan diterapkan secara luas,” imbuhnya.
Sementara itu, PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk koordinasi sekaligus penyampaian laporan progres program kepada Sekda Riau, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Riau.
“Kedatangan kami untuk melaporkan progres berkala dari program M4CR, sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemprov Riau atas dukungan yang luar biasa selama ini,” ungkap Arif.
Ia memaparkan bahwa Riau merupakan salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang menjadi lokus utama program M4CR, mendampingi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Program multi-tahun ini berjalan sejak 2024 dan dijadwalkan rampung pada 2027.
Arif turut memuji komitmen kuat dari Pemprov Riau beserta lima pemerintah kabupaten yang menjadi wilayah kerja program, yaitu Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, dan Rokan Hilir.
Hingga menjelang akhir tahun 2026, realisasi fisik program rehabilitasi mangrove di Riau menunjukkan capaian yang sangat positif dan mendekati target akhir.
“Dari total target rehabilitasi seluas 4.000 hektare di Riau, hingga tahun 2026 ini kami telah berhasil menyelesaikan 3.321 hektare atau setara dengan 87 persen,” pungkas Arif. (Dz)












Tidak ada Respon