PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat menekan angka penularan HIV/AIDS dengan meluncurkan gerakan sosialisasi dan edukasi masif yang menyasar pelajar SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di Kota Pekanbaru. Langkah agresif ini diambil menyusul temuan mengkhawatirkan dari hasil penapisan kesehatan (screening) dalam beberapa bulan terakhir.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa kelompok usia muda dan produktif mendominasi temuan kasus baru. Oleh sebab itu, institusi pendidikan kini ditetapkan sebagai prioritas sasaran utama edukasi.
“Target sosialisasi dan edukasi kita adalah SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Pekanbaru. Berdasarkan data screening, infeksi HIV/AIDS kini banyak ditemukan di usia pelajar serta mahasiswa,” ujar Markarius Anwar usai menjadi narasumber dalam program jurnalisme penyiaran TVRI Stasiun Riau di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Rabu (12/8/2026).
Untuk mematangkan program tersebut, Pemko Pekanbaru telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait serta berbagai lembaga keagamaan. Gerakan penyuluhan berkala dipastikan akan turun langsung ke sekolah-sekolah setiap pekannya melalui program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Goes to Campus.
“Program KPA Goes to Campus ini mudah-mudahan bisa segera kita luncurkan secara resmi, dimulai dari kampus UMRI,” imbuh Markarius.
Tidak hanya mengandalkan jalur edukasi formal di dalam kelas, Pemko Pekanbaru juga merangkul para pendakwah, ustaz, dan penceramah agama. Kerja sama ini bertujuan agar materi pencegahan infeksi HIV/AIDS serta edukasi moral mengenai perilaku berisiko dapat disampaikan secara luas melalui mimbar-mimbar masjid.
“Intinya kami akan terus menggencarkan strategi sosialisasi dan edukasi terpadu untuk memutus rantai penularan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Penyakit ini merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan tatanan sosial masyarakat,” pungkasnya (Des)











Tidak ada Respon