Terima Kunjungan Pasis Dikreg 55 Sesko TNI, Plt Gubri Paparkan Potensi Strategis Riau

Meni
Terima Kunjungan Pasis Dikreg 55 Sesko TNI, Plt Gubri Paparkan Potensi Strategis Riau
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto (tengah) diapit oleh Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Khairil Lubis (kiri) dan Pangdam XIX/Tanjungpura (kanan) saat memimpin audiensi bersama Pasis Dikreg 55 Sesko TNI di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (29/6/2026). (Foto: Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Provinsi Riau menerima kunjungan audiensi resmi dari rombongan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) 55 Sesko TNI. Pertemuan strategis ini berlangsung dengan khidmat di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau pada Senin (29/06/2026).

Jalannya pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI Khairil Lubis. Rombongan militer tersebut disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang didampingi oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Plt Gubri SF Hariyanto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Riau. Wilayah ini dipilih menjadi bagian penting dalam lokus penyusunan Rencana Kontingensi Komando Utama Operasi (Rentinkon Kotamaops) TNI.

Menurut SF Hariyanto, kehadiran rombongan Pasis Sesko TNI ke Bumi Lancang Kuning merupakan sebuah kehormatan besar bagi pemerintah daerah. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan emas untuk memperkuat koordinasi lintas sektor antara eksekutif dan institusi pertahanan negara.

“Kami merasa terhormat bahwa Provinsi Riau dapat menjadi bagian dari penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI Pasis Dikreg 55 Sesko TNI. Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan data, informasi, dan masukan yang dibutuhkan agar bermanfaat sebagai penyusunan rencana serta penguatan kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Suasana pertemuan dan audiensi antara jajaran Pemerintah Provinsi Riau bersama jajaran Forkopimda dan rombongan Pasis Dikreg 55 Sesko TNI yang dipimpin oleh Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI Khairil Lubis, di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (29/6/2026). (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Provinsi Riau memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam geopolitik Indonesia. Wilayah ini berada langsung di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Selain letaknya yang krusial, Riau juga memiliki karakteristik wilayah pesisir yang sangat luas. Daerah ini didukung oleh kawasan industri modern, hamparan perkebunan yang masif, jalur perdagangan aktif, hingga berbagai objek vital nasional yang menjadi penopang utama perekonomian Indonesia.

“Riau adalah daerah yang sangat strategis, berada pada jalur Selat Malaka berhadapan langsung dengan negara tetangga. Memiliki wilayah pesisir yang luas, kawasan industri, perkebunan, jalur perdagangan, serta objek vital nasional terutama di sektor energi,” jelas SF Hariyanto memaparkan kondisi daerah.

Ia mengungkapkan bahwa sektor energi sejauh ini masih menjadi salah satu kekuatan utama dan daya tawar Provinsi Riau di tingkat nasional. Keberadaan Kilang Pertamina Dumai serta tingginya angka produksi minyak bumi menjadikan daerah ini sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

“Di Riau terdapat Kilang Pertamina Dumai dengan kapasitas sekitar 170.000 barel per hari atau setara dengan 16,5 persen dari total pasokan energi nasional. Dari sisi produksi minyak, Riau juga menjadi salah satu tulang punggung energi nasional dengan produksi sekitar 180.000 barel per hari atau sekitar 24-30 persen dari total produksi minyak nasional,” ungkapnya merincikan data.

Tidak hanya unggul di sektor energi fosil, Plt Gubri menerangkan bahwa sektor perkebunan juga menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa besar bagi Riau. Luas areal perkebunan kelapa sawit yang mencapai jutaan hektare menempatkan provinsi ini sebagai salah satu sentra perkebunan terbesar di tanah air.

“Luas kelapa sawit di Riau mencapai 3,87 juta hektare atau sekitar 21,23 persen dari total luas kelapa sawit nasional. Produksi CPO Riau mencapai 9,4 juta ton atau 20,11 persen dari produksi CPO nasional. Riau juga menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 419.381 hektare,” terangnya.

SF Hariyanto menambahkan, besarnya potensi tersebut menjadikan Riau memiliki arti yang sangat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Meski demikian, ia menyadari kekayaan alam dan posisi strategis ini juga diiringi dengan tantangan keamanan yang semakin kompleks.

“Riau menghadapi ancaman multidimensi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, penertiban kawasan hutan, potensi gangguan terhadap objek vital nasional, kejahatan lintas negara, peredaran narkotika internasional, perdagangan orang (human trafficking), bencana, hingga berbagai situasi kontingensi lainnya,” ucap SF Hariyanto secara lugas.

Sementara itu, Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Khairil Lubis menuturkan bahwa penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI merupakan bagian operasional penting dalam membentuk kemampuan strategis para perwira. Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan akademik, melainkan sebuah latihan nyata untuk mengasah ketajaman analisis perwira siswa dalam menghadapi dinamika ancaman negara. (Adv/Dz)

Pos Terkait

Read Also

Tingkatkan Mutu Layanan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Minta Tenaga Farmasi Perketat Pengawasan Obat

PEKANBARU, LintasPena.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau,...

Plt Gubri Minta Maaf Soal Polemik Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tak Gerus Retribusi Daerah

PEKANBARU, LintasPena.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *