PEKANBARU, LntasPena.com — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) secara serius mematangkan persiapan menghadapi tiga ajang bergengsi tingkat nasional tahun 2026, yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Langkah ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pelajar Bumi Lancang Kuning.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah strategis dengan menggelar rapat koordinasi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK negeri dan swasta se-Riau, serta perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Wadah Pengembangan Talenta Siswa
Menurut Erisman, ketiga ajang tersebut bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan instrumen vital dalam pembinaan talenta siswa yang mencakup bidang akademik, seni, hingga olahraga.
“OSN, FLS3N, dan O2SN merupakan wadah strategis untuk mengasah kemampuan akademik, seni, dan olahraga siswa. Pemerintah daerah ingin memastikan peserta dari Riau benar-benar siap dan mampu tampil optimal di tingkat nasional,” ujar Erisman Yahya kepada wartawan lintas pena.com di Pekanbaru, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam mengenai mekanisme seleksi di tingkat kabupaten/kota hingga penyusunan jadwal kegiatan. Disdik Riau menekankan bahwa seluruh proses penjaringan harus berjalan tertib, transparan, dan terarah untuk menghasilkan perwakilan terbaik.
Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah kewajiban integrasi data peserta melalui sistem Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Hal ini bertujuan agar seluruh talenta yang terjaring masuk dalam basis data nasional guna proses pembinaan yang berkelanjutan.
Erisman menekankan bahwa keberhasilan misi mengharumkan nama Riau di kancah nasional membutuhkan sinergi kuat dari semua pihak, mulai dari kepala sekolah hingga instansi terkait.
“Sinergi dan komitmen bersama menjadi kunci agar seluruh tahapan dapat berjalan optimal dan menghasilkan siswa-siswa terbaik Riau,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan, seleksi tingkat provinsi dijadwalkan akan berlangsung pada Juli 2026. Disdik Riau akan menerapkan sistem kombinasi antara daring (online) dan luring (offline), menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang lomba guna memberikan akses yang adil bagi seluruh siswa di 12 kabupaten/kota.
Dengan persiapan yang terencana ini, Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat melahirkan generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing tinggi, sekaligus mempertahankan tradisi juara di level nasional.(fn)









Tidak ada Respon