PEKANBARU, LintasPena.com – Provinsi Riau resmi memulai rangkaian keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Jemaah asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 3 dijadwalkan menjadi rombongan perdana yang bertolak menuju Batam pada 23 April 2026, sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi keesokan harinya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, Defizon, mengonfirmasi bahwa total kuota jemaah haji Riau tahun ini mencapai 4.704 orang, yang terdiri dari 4.661 jemaah reguler dan 43 petugas haji. Seluruh persiapan, baik administrasi maupun teknis, dinyatakan telah rampung 100 persen.
“Visa seluruh jemaah sudah selesai, perlengkapan seperti koper dan buku manasik juga telah didistribusikan. Secara teknis, Riau siap memberangkatkan tamu Allah,” ujar Defizon dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu (15/4/2026).
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, musim haji kali ini kembali sepenuhnya menggunakan pola Embarkasi Batam. Seluruh jemaah akan transit dan menginap di Asrama Haji Batam selama kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jemaah Riau terbagi dalam dua gelombang;
Gelombang I: Terdiri dari Kloter BTH 3 hingga Kloter BTH 12 dengan tujuan langsung ke Madinah.
Gelombang II: Terdiri dari Kloter BTH 18 yang akan terbang menuju Jeddah. Khusus kloter ini, jemaah Riau akan bergabung dengan jemaah asal Kalimantan Barat dengan total 257 orang.
Mengingat kondisi geografis Riau yang beragam, Kemenhaj Riau membagi jalur transportasi domestik menuju Batam menjadi dua, Jemaah asal Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi berangkat via Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sementara jemaah Rokan Hulu diberangkatkan melalui Bandara Pasir Pangaraian. Jemaah dari Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti akan menggunakan armada kapal laut menuju Batam.
Defizon memberikan catatan khusus terkait kondisi kesehatan jemaah. Berdasarkan data pemeriksaan kesehatan, sebanyak 76,2 persen jemaah haji asal Riau masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik, rutin berolahraga ringan, dan mempelajari buku manasik yang telah diberikan agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar,” tambahnya.
Ia juga meminta keluarga jemaah untuk tetap tenang, mengingat pemerintah telah menyiagakan petugas dan fasilitas kesehatan yang memadai selama rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Berangkatlah dengan perasaan tenang dan fokus beribadah. Insya Allah, seluruh kebutuhan telah disiapkan oleh pemerintah,” pungkasnya.***








Tidak ada Respon