Pangkalan Batang Barat Sabet Juara 1 Lomba Lampu Colok Bengkalis 2026

Meni
Pangkalan Batang Barat Sabet Juara 1 Lomba Lampu Colok Bengkalis 2026
Penampakan megah miniatur bangunan Islami yang dibentuk dari ribuan pelita tradisional pada Festival Budaya Lampu Colok Kabupaten Bengkalis 2026. Menara karya warga Dusun Kampung Parit (RT 013/RW 003), Desa Pangkalan Batang Barat, ini berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 tingkat kabupaten karena detail konstruksi dan estetika cahayanya yang dinilai paling unggul oleh tim penilai dari Disparbudpora Bengkalis. (Foto: Dok Asnawi)
A-AA+A++

BENGKALIS, Lintaspena.com – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) secara resmi mengumumkan pemenang Lomba Budaya Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2026 pada Rabu (15/4/2026).

Tahun ini, Desa Pangkalan Batang Barat sukses mengungguli peserta lainnya dan dinobatkan sebagai

Tradisi tahunan yang menghiasi malam-malam terakhir Ramadan ini kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Kreativitas warga pesisir dalam menyusun ribuan lampu kaleng menjadi miniatur bangunan bernuansa Islami yang megah menjadi tolok ukur utama penilaian dewan juri.

Berdasarkan keputusan tim penilai, menara lampu colok yang dibangun oleh warga Dusun Kampung Parit (RT 013/RW 003), Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, dinilai paling unggul dari segi detail konstruksi, kerapian, hingga estetika cahaya.

Menyusul di posisi kedua, Juara 2 diraih oleh Desa Pangkalan Batang (Dusun Pahlawan RT 001/RW 002). Sementara itu, Juara 3 jatuh kepada perwakilan dari Jalan Utama Pangkalan Batang (Dusun Sukajadi RT 014/RW 003).

Selain pemenang utama, panitia juga memberikan penghargaan kepada para juara harapan sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme desa-desa peserta:
Harapan 1: Dusun Melati, Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil.
Harapan 2: Dusun Karya Bhakti, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis.
Harapan 3: Jalan Utama Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis.

Tradisi Lampu Colok sendiri merupakan Warisan Budaya Tak Benda masyarakat Melayu yang dilaksanakan turun-temurun menjelang Hari Raya Idulfitri. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, festival ini menjadi simbol gotong royong dan upaya mempererat silaturahmi warga demi menjaga marwah budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap festival ini terus berkembang secara inovatif. Ke depannya, tradisi ini diproyeksikan menjadi magnet pariwisata religi yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke “Negeri Junjungan”.

Pos Terkait

Read Also

Biaya Tinggi Jadi Kendala, Peserta Festival Lampu Colok Bengkalis 2026 Menurun Jadi 13 Menara

BENGKALIS, LintasPena.com – Pelaksanaan Festival Lampu Colok tingkat...

Festival Lampu Colok Tingkat Kecamatan Siak Kembali Gelar Meriahkan Malam Ramadan

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Fauzi Asni, secara...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *