BENGKALIS, LintasPena.com – Pelaksanaan Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2026 resmi digelar. Meski tradisi ini tetap berjalan khidmat, jumlah kepesertaan tahun ini tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan bahwa tahun ini tercatat hanya 13 peserta yang mengikuti kompetisi resmi. Angka ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21 peserta.
“Tahun ini peserta kita ada 13, tersebar di beberapa titik seperti di Rupat, Bengkalis Utara, hingga Bukit Batu. Memang agak menurun dari tahun lalu yang berjumlah 21 peserta,” ujar Edi Sakura saat memberikan keterangan pers.
Adapun lokasi peserta di antaranya berada di Simpang 4 Jalan Baru Dusun IV Kelapa Sari Desa Pedekik, Dusun Pahlawan Desa Pangkalan Batang, Dusun Sukajadi Jalan M. Toha Desa Pangkalan Batang, Dusun Perangkap Desa Pangkalan Batang, Dusun Karya Bakti Desa Pangkalan Batang Barat, serta Dusun Kampung Parit Desa Pangkalan Batang Barat.
Selain itu, peserta juga berasal dari Dusun Sebauk Desa Sebauk, Dusun 3 Desa Simpang Ayam, Jalan Utama Desa Penampi, Jalan Jenderal Sudirman Desa Teluk pambang, Dusun Durian Desa Lubuk Muda, Dusun Melati Desa Lubuk Muda, serta Jalan Rampang Jaya Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat.
Menurut Edi, penurunan ini dipicu oleh tingginya biaya operasional dan bahan baku pembuatan menara lampu colok saat ini. Kondisi ekonomi membuat beberapa daerah merasa tidak mampu lagi membiayai pembuatan menara secara besar-besaran untuk diperlombakan.
“Antusiasme masyarakat sebenarnya masih tetap tinggi karena ini sudah tradisi turun-temurun. Tadi saya pantau di lapangan, seperti di Bantan, ada juga muncul menara-menara colok. Namun, mereka tidak masuk dalam daftar lomba karena memang biaya pembuatan sekarang terlalu tinggi,” jelasnya.
Meski jumlah peserta berkurang, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memastikan nilai apresiasi atau hadiah tidak mengalami perubahan. Dukungan dari sektor perbankan menjadi kunci tetap terlaksananya festival ini.
“Alhamdulillah, kita disupport penuh oleh Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Terima kasih banyak karena telah menyiapkan anggaran hadiah yang masih sama dengan tahun lalu. Untuk hadiah Juara masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya I mendapatkan Rp15 juta, Juara II sebesar Rp12 juta, dan seterusnya untuk pemenang di bawahnya,” tambah Edi.
Kadisparbudpora berharap, kendala biaya ini tidak mematikan semangat pelestarian budaya “Malam Tujuh Likur” di Negeri Junjungan, dan kedepannya diharapkan ada skema dukungan lebih luas agar jumlah menara colok kembali meningkat.(as)










Tidak ada Respon