PEKANBARU, Lintaspena.com– Upaya Lembaga Swadaya Masyarakat Angkat Keadilan Bantu Rakyat (LSM AKBAR) untuk mendapatkan klarifikasi terkait proyek pembangunan dan rehabilitasi layanan kanker di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru menemui jalan buntu. Pihak rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Riau tersebut diduga mengabaikan surat permohonan penjelasan yang dilayangkan LSM AKBAR.
Wakil Ketua LSM AKBAR, dalam keterangannya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi untuk meminta transparansi data mengenai proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2023. Proyek tersebut melibatkan PT. Damar Intan Lestari sebagai kontraktor pelaksana dan CV. Citra Tama Arsitek sebagai konsultan pengawas.
“Kami ingin memastikan penggunaan anggaran negara dalam proyek fasilitas kesehatan ini berjalan sesuai aturan dan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar perwakilan LSM AKBAR. Di jalan hangtuah 09/12/25
“Ketidakterbukaan informasi dari pihak RSUD Arifin Ahmad ini menimbulkan kecurigaan adanya dugaan penyimpangan,” tambahnya.
Berdasarkan penelusuran, RSUD Arifin Ahmad memang tengah mengembangkan layanan kanker terpadu, termasuk pembangunan fasilitas layanan lainnya. Proyek serupa di daerah lain bahkan sempat menjadi sorotan karena progresnya yang minim meski anggaran sudah terserap.
Perwakilan dari LSM AKBAR telah menemui salah seorang pegawai RSUD Arifin Ahmad bernama Indra Jaya mengaku surat tersebut ia yang menemui LSM untuk menjelaskan, hingga kini indra masih bungkam.
“Kita telah meminta untuk di balas secara resmi, namun Indra nya tidak berani membalasnya. Jangan-jangan proyek tersebut bermasalah.” ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt. Direktur RSUD Arifin Ahmad, drg. Yusi Prastiningsih, MM, atau perwakilan manajemen lainnya belum memberikan tanggapan resmi terkait surat LSM AKBAR maupun tudingan ketidakterbukaan informasi publik.
Perwakilan dari LSM AKBAR meminta Plt. Gubernur Riau SF Haryanto Meriveyu pejabat Plt. Dirut RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau agar pejabat publik menjadi panutan terhadap pelayanan masyarakat. (red)










Tidak ada Respon