H. Andi Apriyanto, A.Md saat mengetes sukarelawan membacakan butir-butir Pancasila dan diikuti oleh peserta undangan, Minggu sore (10/12/2023).
Lintapena.com, Lamsel – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) H. Andi Apriyanto, A.Md gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan menyasar masyarakat yang majemuk dan multikultural yakni di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Minggu (10/12/2023) sore.
Masyarakat Desa Ruguk terdiri dari berbagai suku, budaya maupun keyakinan (majemuk) namun meskipun beragam namun selalu rukun, damai dan aman atau jarang konflik (multikultural) dibawah pimpinan Jaro Saiful, S.E selaku Kepala Desa Ruguk.
Hal tersebut mendasari agenda kegiatan IPWK anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, H. Andi Apriyanto, A.Md dilaksanakan di Desa Ruguk bertujuan agar lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan antar umat beragama sebagai kunci utama keutuhan berbangsa.
Kegiatan berlangsung dikediamannya Bapak Sudarmanto di Dusun Mekar Jaya RT 24 RW 11 Sebanyak 100 Orang. Masyarakat Desa Ruguk sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut.
Kegiatan sosialisasi IPWK dibuka sekaligus sebagai pembicara materi disampaikan langsung oleh H. Andi Apriyanto, A.Md yang menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan program kerja rutin DPRD Kabupaten Lamsel yang manfaatnya sangat penting karena pemahaman ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan ini merupakan komponen yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia yang tujuan akhirnya adalah untuk membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan antar umat beragama di tengah tantangan keberagaman bangsa saat ini.
“Kita masih ingat dulu saat sekolah tingkat pertama, ada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Dan kita disuruh menghafalkan butir-butir Pancasila, metode untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Tetapi sekarang tidak ada lagi, hanya mengandalkan seminar dan sosialiasi,” kata H. Andi Apriyanto.
Selanjutnya, ia memaparkan butir-butir Pancasila dengan realita kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh di sila ke-4 berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Artinya setiap persoalan, baik tingkat keluarga maupun tingkat desa wajib bermusyawarah dalam mencari solusi untuk mencapai kata sepakat.
Pada sesi kedua dengan pemaparan materi terkait wawasan kebangsaan, H. Andi Apriyanto, A.Md menerangkan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini mengajak masyarakat untuk memahami kembali dan mengaplikasikan makna-makna yang terkandung dalam 4 (Empat) Nilai Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Diakhir pemaparannya mengikrarkan
Yel-yel Pancasila
Siapa kita?
Saya Pancasila.
Adakah Pancasila di dadamu?
Ada, ada, ada.
Dimana?
Disini, disini. Sambil mengangkat kedua tangan membentuk love dan diletakkan di dada. (Mu’min/Alfian)










Tidak ada Respon