LINTASPENA.COM – Sebanyak 18 orang tewas dan 100 lainnya terluka akibat gempuran serangan Rusia di Kota Kharkiv, Ukraina, yang berlangsung selama empat hari.

Klaim tersebut disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (17/4/2022) malam waktu setempat.

Pada Minggu saja, lima orang tewas dan 20 lainnya terluka ketika tembakan rudal dan artileri Rusia menghantam pusat Kharkiv dan pinggiran Saltivka.

Baca Juga : Ketua LBH Papua Emanuel Minta Pemerintah Batalkan Pemekaran Provinsi Papua

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban tewas akibat gempuran serangan Rusia.

Zelensky mengatakan dalam pidatonya bahwa Rusia terus menerus membombardir Kota Kharkiv.

“Ini tidak lain adalah teror yang disengaja: mortir, artileri terhadap pemukiman biasa, terhadap warga sipil biasa,” kata Zelensky.

Baca Juga : Kebaktian Ibadah Paskah di Wilayah Hukum Polres Nias, berjalan aman dan Kondusif

Sementara itu, gubernur regional Oleh Synyehubov mengatakan bahwa angkatan bersenjata Ukraina telah berhasil melakukan serangan balik di wilayah Kharkiv.

Pasukan Ukraina juga berhasil merebut kembali dua desa secara penuh dan beberapa desa secara parsial.

Sementara itu, batas waktu ultimatum Rusia agar pasukan Ukraina Ukraina yang tersisa di Mariupol untuk menyerah telah berakhir.

Baca Juga : 3 Bocah di Rohul Tewas Tenggelam, Saat Mandi di Rawa

Angkatan Bersenjata Rusia mengeluarkan ultimatum pada Sabtu (16/4/2022) yang mendesak lawan mereka untuk meletakkan senjata pada Minggu pukul 06.00 waktu Moswka dan mengungsi sebelum pukul 13.00.

Beberapa jam setelah tenggat waktu berlalu pada Minggu, tidak ada tanda-tanda pasukan Ukraina di Mariupol, yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal, meletakkan senjatanya.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan pada Minggu bahwa pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol masih berjuang.

Baca Juga : Inilah Daftar Jadwal MotoGP Portugal 2022 – Persaingan Ketat, Marc Marquez Waspada

Shmyhal menambahkan, pasukan Ukraina masih menentang Rusia yang meminta mereka untuk menyerah, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Kota ini (Mariupol) masih belum jatuh,” kata Shmyhal kepada program “This Week” dari ABC.

Tidak diketahui berapa banyak tentara Ukraina yang tersisa dan bersembutni di pabrik baja Azovstal.

Source : Kompas.com

(VLH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *