18 Tahun Proses Penulisan, Autobiografi Saleh Djasit Jalan Hidup Anak Pujud Resmi Diluncurkan

Meni
18 Tahun Proses Penulisan, Autobiografi Saleh Djasit "Jalan Hidup Anak Pujud" Resmi Diluncurkan
Mantan Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, SH, menandatangani sampul buku autobiografinya yang berjudul Jalan Hidup Anak Pujud di Balai Adat LAMR Riau, Rabu (15/4). Prosesi ini disaksikan oleh mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar, para tokoh adat, serta Sekdaprov Riau Syahrial Abdi. (Foto: Dok Foni)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menjadi saksi sejarah peluncuran buku autobiografi mantan Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, SH. Buku berjudul Jalan Hidup Anak Pujud tersebut diluncurkan secara khidmat pada Rabu (15/4/2026).

Acara yang ditaja oleh LAMR Provinsi Riau ini dihadiri oleh deretan tokoh penting, termasuk para mantan Gubernur Riau seperti Wan Abu Bakar, Wan Thamrin, Syamsuar, dan Andi Rahman. Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan tinggi terhadap sosok Saleh Djasit yang dinilai sebagai peletak dasar visi Riau sebagai pusat budaya Melayu.

Ketua Umum DPH LAMR Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menyebut Saleh Djasit sebagai sosok yang berhasil menempatkan adat dan budaya sebagai landasan pembangunan daerah.

“Visi Riau sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara yang dirintis pada masa kepemimpinan beliau masih menjadi arah pembangunan kita hingga saat ini. Semangat beliau untuk tetap produktif menulis di usia lanjut adalah inspirasi bagi kita semua,” ujar Datuk Seri Taufik.

Dalam sesi sekapur sirih, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa buku setebal 428 halaman ini bukan sekadar catatan biasa. Proses penyusunannya memakan waktu hingga 18 tahun, dimulai sejak tahun 2008.

“Buku ini rampung setelah perjalanan panjang dengan bantuan tiga editor dan dorongan dari almarhum Chaidir, yang juga menulis kata pengantarnya. Harapan saya, buku ini bisa menjadi referensi keluarga, masyarakat, serta meluruskan kisah perjalanan hidup saya,” ungkap Saleh Djasit dengan haru.

Buku yang diterbitkan oleh Taman Karya (anggota IKAPI) ini terdiri dari 13 bab yang mengulas detail transformasi Saleh Djasit dari seorang putra daerah asal Pujud hingga mencapai puncak karier militer dan kepemimpinan politik di Riau.

Peluncuran buku ini juga dimeriahkan dengan berbagai prosesi adat Melayu. Mulai dari sambutan musik instrumental, pembacaan syair oleh Puan Siska Armiza, hingga prosesi arak-arakan buku dan tepuk tepung tawar yang diiringi gendang panjang serta nafiri.

Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Riau, Sekdaprov Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terbitnya karya ini sebagai warisan literasi bagi generasi muda Riau. Acara ditutup dengan penandatanganan sampul buku secara simbolis dan penayangan videografi perjalanan penulisan buku tersebut.

Pos Terkait

Read Also

Tegaskan Identitas Budaya, Polres Indragiri Hilir Resmikan Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel

TEMBILAHAN (LintasPena.com) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) resmi...

Mubeslub, Marjohan Yusuf Dan Taufik Ikram Pimpin LAMR

PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR)...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *