SIAK KECIL, LINTASPENA.COM – Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, secara resmi menghadiri agenda Panen Raya TNI yang digelar di wilayah Kecamatan Siak Kecil. Kegiatan strategis ini dilaksanakan dalam rangka mendukung penuh Program Ketahanan Pangan Nasional demi mewujudkan kemandirian sektor pertanian.
Kehadiran orang nomor dua di Negeri Junjungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menyelaraskan program daerah dengan pusat. Sektor pertanian terus digenjot agar mampu memproduksi komoditas pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini juga dihadiri oleh Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan. Kehadiran beliau menegaskan bahwa TNI siap mengawal sekaligus menyukseskan program swasembada pangan di seluruh pelosok negeri.
Tidak hanya dari unsur TNI, sinergitas instansi vertikal makin diperkuat dengan kehadiran Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi. Selain itu, tampak hadir pula Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, yang ikut turun langsung ke lapangan.
Aktivitas panen bersama ini dipusatkan di hamparan sawah subur yang berada di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil. Seluruh jajaran Forkopimda tampak antusias memotong padi bersama para petani setempat sebagai simbol melimpahnya hasil bumi daerah.
Selain melakukan panen langsung di lokasi, Wabup Bagus Santoso beserta rombongan juga mengikuti jalannya Panen Raya Nasional secara virtual. Agenda terpusat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Lanud Abdulrachman, Kota Malang, Jawa Timur.
Dalam momentum tersebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan modal berupa uang tunai serta mesin perontok padi kepada kelompok tani. Bantuan bernilai strategis ini bersumber dari APBN yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Wabup Bagus Santoso menjelaskan bahwa panen raya di Desa Sepotong ini dilakukan di atas lahan pertanian seluas 50 hektar. Melalui penggunaan varietas padi Cibatu, estimasi produktivitas tercatat mampu mencapai angka memuaskan, yakni 6,7 ton gabah per hektare.
Keberhasilan produktivitas lahan yang tinggi ini didukung penuh oleh penerapan sistem Indeks Pertanaman (IP) 200. Pola manajemen tanam modern tersebut memungkinkan para petani melakukan proses bercocok tanam hingga dua kali musim tanam dalam setahun.
Dalam penyampaiannya, Bagus Santoso optimis target swasembada pangan dapat diwujudkan secara bertahap melalui sinergi kuat antara pemerintah, TNI-Polri, dan petani. Terlebih lagi, saat ini kebutuhan konsumsi beras masyarakat Bengkalis tergolong tinggi, yakni mencapai 60 ribu ton per tahun.
Sementara itu, kapasitas produksi beras lokal saat ini baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 20 hingga 30 ribu ton per tahun. Kekurangan pasokan yang masih harus didatangkan dari luar daerah ini dinilai menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk mendongkrak produktivitas.
Pada kesempatan yang sama, Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, meminta masyarakat dan Pemkab Bengkalis menjaga kelestarian lahan. Beliau menegaskan agar program ketahanan pangan ini diteruskan secara konsisten dan melarang keras adanya alih fungsi lahan pertanian. (As)










Tidak ada Respon