PEKANBARU, LintasPena.com – Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Kemenkumham) Riau, Yusup Gunawan, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) intensif di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pekanbaru, Selasa (7/4/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan delegasi Bapas Pekanbaru yang akan bertolak ke Bali untuk mengikuti ajang bergengsi World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 pada 14 hingga 17 April mendatang.
Fokus utama kegiatan ini adalah mematangkan persiapan lima orang Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Bapas Kelas I Pekanbaru yang terpilih menjadi pembicara (speaker) di forum internasional tersebut. Kelima pembicara tersebut adalah Kharisma Lana Barus, Yohanes Nafta Irawan, Putri Laura Arzethy, Amima Nurti Lusdiana, dan Muhammad Nur Syamsu.
Dalam arahannya, Yusup Gunawan meninjau langsung kedalaman substansi materi yang akan dipaparkan serta kesiapan teknis para pembicara. Ia menegaskan bahwa dukungan penuh dari Kantor Wilayah akan terus mengalir demi kelancaran delegasi Riau di kancah global.
“Keikutsertaan dalam WCPP 2026 adalah momentum strategis untuk menunjukkan kapasitas dan kualitas Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia di tingkat internasional. Segala persiapan, mulai dari penguasaan materi hingga teknik penyampaian, harus dilakukan secara matang,” tegas Yusup Gunawan.
Melalui penguatan ini, para pembicara diharapkan mampu tampil maksimal dan memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan dalam kongres dunia tersebut. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Bapas Pekanbaru, tetapi juga mengangkat citra positif pemasyarakatan di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Riau di mata dunia.
WCPP 2026 sendiri merupakan forum global yang mempertemukan para ahli, praktisi, dan akademisi di bidang pembimbingan kemasyarakatan dan pembebasan bersyarat dari berbagai belahan dunia untuk berbagi praktik terbaik dan inovasi terbaru.










Tidak ada Respon