PEKANBARU, LintasPena.com – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh untuk mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mewujudkan status Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada tahun 2026.
Ketua APSAI Kota Pekanbaru, dr. Jimmy Kurniawan, menegaskan bahwa peran dunia usaha sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak.
“Kami mendukung penuh langkah Wali Kota Pekanbaru dalam mendorong terwujudnya Kota Layak Anak. Insyaallah tahun ini kita optimistis dapat meraih predikat Utama,” ujar dr. Jimmy dalam keterangan resminya kepada wartawan lintas pena.com, Selasa (14/04/2026).
Untuk mencapai target tersebut, dr. Jimmy menjelaskan bahwa APSAI akan lebih masif melakukan promosi organisasi agar semakin banyak perusahaan yang bergabung dan berkontribusi. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kegiatan anggota.
“Setiap kegiatan diharapkan dapat dipublikasikan melalui wadah bersama sebagai bentuk transparansi dan sinergi antaranggota,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris Umum APSAI, Khairul Amri, memaparkan sejumlah agenda strategis yang telah disepakati dalam diskusi internal organisasi. Salah satu poin utamanya adalah rencana pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) sebanyak dua kali pada tahun 2026 serta evaluasi program kerja secara berkala.
“Kami merencanakan evaluasi program dilakukan tiga kali dalam setahun untuk memastikan setiap bidang mengimplementasikan program kerjanya secara optimal,” jelas Khairul.
Selain agenda rutin, APSAI juga memperkuat dimensi sosial melalui program bantuan ke panti asuhan pada momen Iduladha dan mempererat kolaborasi antaranggota lewat kegiatan halal bihalal. Untuk memperkokoh struktur organisasi, APSAI berencana menambah jumlah asesor dan menjaring anggota baru guna memperluas jangkauan advokasi pemenuhan hak anak.
“Peningkatan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait terus kami lakukan agar peran APSAI semakin aktif dan luas dalam meningkatkan kualitas hidup anak di Kota Pekanbaru,” pungkasnya.








Tidak ada Respon