Nopedi Laoli Alumni IM Japan Jadi Narasumber di Open House SMKS Pemda Nias

admin
A-AA+A++

Gunungsitoli, Lintaspena.com – Salah seorang Warga Kota Gunungsitoli bernama Nopedi Laoli selaku Pimpinan LPK Hikari Nias merupakan Alumni IM Japan. Hal ini diketahui saat menjadi narasumber pada Open House SMK Swasta Pembda Nias 2023 yang bertema GenZ Unlimited Creativity. Jumat (05/05/2023).

“Saya alumni IM Japan pada tahun 2019 dan saya magang di Jepang selama tiga tahun, bahkan saat itu hanya saya alumni IM Japan khusus dari Pulau Nias,” Ungkap Nopedi.

Dikatakannya, setelah magang ke Jepang, ianya punya visi-misi untuk berbagi kepada pemuda-pemudi di Kepulauan Nias yang ingin bekerja ke Jepang dengan membuka LPK Hikari Nias cabang dari Hikari sumut bertempat dijalan Pelud Binaka KM 11,5 No. 189 Desa Bawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.

“Pada tahun 2020 sudah melaksanakan pelatihan kepada beberapa siswa, namun karena akibat dari Covid-19 yang kurang lebih tiga tahun lamanya sehingga peserta yang akan berangkat saat itu batal,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu, ianya sempat hampir putus asa namun pada tahun 2022 ada info bahwa sudah diperbolehkan untuk tenaga kerja yang magang ke Jepang sehingga terus melaksanakan pelatihan.

“Puji tuhan pada pertengahan tahun 2022 dengan berbagai tahapan sudah ada peserta yang kita berangkatkan dan terakhir pada bulan Februari lalu. Sementara, yang lainnya dalam proses pelatihan,” cetusnya.

Nopedi memaparkan, untuk kerja di Jepang tidak ada yang kerja di laut tetapi semua didarat dan tak perlu takut karena disana kita sudah resmi dan diawasi oleh KBBI tentang bahasa Indonesia. Apalagi, semua hak kewajiban tetap ada dan dilindungi oleh Undang-Undang.

“Untuk beberapa program LPK Hikari Nias salah satunya, Program untuk IM Japan usia minimal 18 sampai 26 tahun, dan Program Swasta usia 18 sampai 30 Tahun. Program Tukutei Ginou usia 18 sampai 35 Tahun, sementara itu bukan hanya Pria saja bahkan Wanita juga bisa dengan beberapa kriteria yang salah satunya minimal Lulusan SMK, SMA dan Paket C yang sudah resmi juga boleh,” Papar Nopedi.

Dalam akhir pemaparan materinya, ia mendorong pemuda yang ingin magang ke Jepang harus punya visi-misi dimana selama tiga tahun kerja di negara Jepang dan pulang ke Indonesia maka harus membawa perubahan dalam kehidupan keluarga dan bahkan mengajak orang lain juga.

“Saya menghimbau pemuda pemudi khusus Pulau Nias yang ingin bekerja ke Jepang tidak tertutup kemungkinan jika datang di kantor LPK Hikari Nias untuk bertukar pikiran menanyakan bagaimana syarat-syarat yang harus di lengkapi,” Pungkas Nopedi.

Sementara, Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan yang diwakili Kasihan Eli Lahagu, SE (Kabid) menjelaskan bahwa LPK Hikari Nias ini bergerak di bidang bahasa Jepang dan sampai saat ini ada sekira 30 peserta yang dinyatakan lulus dan yang sudah berangkat untuk berkerja di Jepang sekitar 20 peserta. Sementara, yang masih proses keberangkatan sekira 10 peserta.

“Pada bulan september 2022 yang lalu ada dua peserta dari Kota Gunungsitoli dan puji tuhan sudah lulus Tes magang IM Japan,” Jelas Kabid.

Kasihan Eli menegaskan agar jangan sembarangan mau bekerja di luar Indonesia jika yang mengajaknya belum terdaftar legalitasnya. Namun, disini ada LPK Hikari Nias yang sudah terdaftar untuk melatih ke bahasa Jepang serta memberangkatkan tenaga kerja ke jepang dan tidak diragukan karena sudah terdaftar.

Diakhir sambutannya, ianya juga menyampaikan informasi bahwa ada surat Dinas Ketenagakerjaan Propinsi Sumatera Utara dengan Nomor : 560/441/DAGAKER/NAKER/V/2023 tentang pelaksanaan pendaftaran rekruitmen dan seleksi calon peserta program magang ke Jepang Tahun 2023.

“Ini bisa mendaftar secara online dan bisa juga datang di kantor Dinas Ketenagakerjaan untuk mempertanyakan bagaimana cara pengoperasian aplikasi karena pendaftaran batas pada tanggal 04 Juni 2023,” tandas Kabid. (Kris Laoli)