Inhil, Lintaspena.com – Peristiwa tanah longsor lagi-lagi terjadi di Kecamatan Tanah Merah, tepatnya di Jalan M. Boya Rt 01 Rw 01, Kelurahan Kuala Enok. Bencana alam akibat pengikisan tanah atau abrasi ini terjadi sebelumnya sudah memberikan tanda-tanda pergerakan, pada Jum’at (16/12/2023) Malam, pukul 23.00 Wib.
Informasi ini kita dapatkan dari Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad, SH melalui whatsappnya, beliau sahabat kita dan beliau menjelaskan bahwa tanda-tanda bencana ini sudah terjadi di malam Sabtu dan tepatnya malam minggu kejadian, yang mengakibatkan 2 fasilitas umum yaitu 1 buah Masjid yang sudah tidak difungsikan lagi dan 1 tempat TPQ, serta 6 buah rumah yang hanyut.
“Allhamdulillah tidak ada korban jiwa, pada peristiwa bencana alam ini, harapan beliau “sebagai pemerintah kelurahan, pasca bencana ini agar masyarakat tidak lagi membangun kembali rumah ditepi laut dan tepian bibir pantai. Dan harapan kepada Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten melalui Dinas BPBD, dan dinas terkait Perkim telah menganggarkan relokasi perumahan untuk korban yang mengalami longsor dengan membuat kesepakatan, dan siap untuk direlokasi ketempat yang sudah ada,” ujarnya.
Dan harapan beliau mewakili dari pemerintah kelurahan dan Masyarakat, agar menalokasikan dan memperhatikan baik itu Pemerintah Pusat, Propinsi, ataupun melalui aspirasi dewan dapat mengganggarkan Turap beton untuk pesisir rawan longsor yang sudah sering kami masukan dalam Musrenbang Kelurahan maupun Kecamatan untuk segera di tanggapi dan itulah harapan beliau.
Dan beliau suda melakukan pendataan yang terkena dampak musibah abrasi derusan air sungai dan laut tersebut.
Berikut ini daftar nama 6 Kepala Keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat abrasi :
1. Yurnalis (Kepala Keluarga)
2. Gusyanto (Kepala Keluarga)
3. Ali nur rusli (Kepala Keluarga)
4. Al jupriadi (Kepala Keluarga)
5. Kho min (Kepala Keluarga)
6. Fadlan efendi (Kepala Keluarga)
Sedangkan 2 fasilitas umum diantaranya adalah:
1. 1 unit Masjid Nurul Jalal
2. 1 unit Majlis Ta’lim Bundo Kanduang
Diperkirakan kerugian yang ditaksir dari peristiwa bencana alam ini, kurang lebih sekitar Rp.2.000.000.000 (dua miliar rupiah).
Dan moga hal ini tidak terulang lagi dan ada eskalinya dan tindak lanjut dari pemerintah secara tepat dan seksama. (Badrudin)
Musibah Longsor Tanah Merah Akibat Derusan dan Abrasi Air Sungai dan Laut








Tidak ada Respon