PEKANBARU, LINTASPENA.COM – PMII Kota Pekanbaru, Melalui Ketua Cabang PMII Kota Pekanbaru Supriadi Menyoroti Kinerja Mentri BUMN,Mentri Perdagangan yg tidak Mampu Menstabilkan Harga Pupuk, Tahun lalu Masyarakat terkhusus petani sudah Komplen masalah Kelangkaan Pupuk Subsidi.

Ditahun awal tahun 2021 Petani-Petani sudah pada Menjerit Gara gara melonjak naik harga pupuk Non subsidi sangat, sementara pupuk subsidi sangat langka.

Dugaan Permainan Pupuk Non Subsidi Dilapangan, Harga pupuk yg tidak seharusnya naik 120-140% bahkan bisa lebih jika sudah ditingkat pengecer.

Petani dari Sabang-Merauke sangat kecewa dengan kinerja Menteri BUMN Dan Mentri Perdagangan yang tidak mampu menstabilitaskan harga Pupuk Subsidi dan non subsidi.

Dari 34 Provinsi ada 24 Provinsi terbesar yg Mata Pencahariannya bertani (tanaman pangan, hortikuktura dan Perkebunan) merasa sangat terbebani dengan kenaikan harga pupuk karna kalau di Dibandingkan Harga Pupuk non subsidi Dengan Hasil tani Tidak Lagi berimbang.

Kalau di Hitung-hitung bahkan Modal Beli Pupuk Lebih Besar dibanding Hasil panen. Kita tidak tahu darimana cara pandang Mentri Perdagangan dan BUMM apakah Pupuk non subsidi Hanya sebatas komersial dan Di buat alat Untuk Menekan Rakyat yg seharusnya dapat membantu Kemakmuran Rakyat agar dapat melanjutkan Usaha dan Menghidupi mata Pencaharian.

Tidak mungkin petani bisa menaikkan harga produk pertanian dengan dalih pupuk naik. Lantas siapa yang meolong petani?
Ketahanan Pangan adalah bagian dari Ketahan Negara, jika Petani ambruk maka negara akan terdampak.

Besar harapan Kami kepada Bapak Presiden RI H.Ir.Jokowidodo Agar segera Memperhatikan Masyarakat Petani yg terdampak Kenaikan Harga Pupuk Dan Mengevaluasi kinerja Mentri BUMN Dan Perdagangan, Jika Mentri BUMN Dan Mentri Perdagangan Tidak Mampu Menangani Harga Pupuk Agar stabil.

Kami minta Agar Mentri BUMN dan Mentri Perdagangan dan Mentri Pertanian Agar di copot Jabatannya.(*AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *