BENGKALIS, LINTASPENA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis menggelar Seminar Akhir Penyediaan Data Gender dan Anak di Kabupaten Bengkalis, Selasa 27 September 2022, di Aula Rapat Pantai Marina Hotel.
Digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis turut dihadiri, Fasilitator Pengarus Utamaan Gender (PUG ) Dr. Lena Farida, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana provinsi Riau Dra. Devi Rusanti sebagai Narasumber , Wakapolres Anindhita Rizal, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak H. Raja Airlangga, Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fitrianita Eka Putri, Kabid Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hj. Yusnani.
Sambutan Bupati Bengkalis yang diwakili Andris mengatakan Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, sebagai terobosan dalam mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan, dibagi dan di pakaikan antar Instansi, baik pusat maupun daerah, sesuai dengan kaidah yang berlaku.

“Melalui Seminar ini, agar seluruh perangkat daerah dan camat, serta instansi terkait lainnya, dapat memberikan dukungan penuh serta membangun sinergi, dengan memberikan data – data yang diperlukan Tim Pembuatan Data Gender dan Anak Kabupaten Bengkalis,’ tegas Andris.
Selain itu, sambung Andris, mohon sinergi dan kolaborasinya dalam memberikan data-data yang diperlukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis melalui Tim Pembuatan Profil Gender dan Anak Kabupaten Bengkalis.
Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis serta tim yang bertugas menggali dan mengumpulkan Data Profil Gender dan Anak, agar bisa dan benar-benar turun ke lapangan sehingga data yang diperoleh dapat lebih akurat, terperinci dan detail, kepada peserta seminar agar benar – benar serius dan tuntas sampai selesai pinta Andris. **(Mardiana)









Tidak ada Respon