Ketua DPD LSM-GMICAK Angkat Bicara Atas Dugaan Pemalsuan Data Vaksin Oleh Puskesmas Idanoi Tolamaera

admin
A-AA+A++

Nias, Lintaspena.com – Akhir-akhir ini kegiatan vaksin yang ditargetkan oleh pemerintah adalah salah satu gerakan cepat agar proses pemulihan ekonomi bagi masyarakat bisa tertangani akibat Covid-19 yang telah melanda dunia dan khususnya Negara Indonesia, Selasa 31/05/2022.

Hal ini sangat besarnya peran para Pimpinan Tinggi Negara, dimana Tim Satgas yang telah dipercaya oleh Pemerintah dan juga para Medis menjadi Gardan terdepan untuk melakukan berbagai tindakan vaksin kepada setiap warga Negara Indonesia demi menekan angka penularan Covid-19 disetiap wilayahnya.

Sangat ironisnya saat ini masih ada juga oknum yang menggunakan kesempatan tersebut untuk mengelabui masyarakat yang buta akan hal-hal seperti vaksin ini, sehingga banyak nama masyarakat yang muncul telah di vaksin tapi ternyata tidak sama sekali, seperti halnya yang telah viral saat ini yang telah diberitakan oleh salah satu Media Jurnalx.co.id yang berjudul “Dugaan Pemalsuan Surat Vaksinasi Sabadia Lase di Puskesmas Idanoi Tolamaera”.

Baca Juga:

Bupati Bengkalis Berikan Jawaban Terhadap Pandangan Umum yang Disampaikan 7 Fraksi

Pemberitaan ini muncul pada Tanggal 28 Mei 2022 dan menurut isi berita tersebut menyampaikan bahwa telah dikonfirmasi langsung oleh keluarga Sabadia Lase kepada Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera Mei Generasi Zebua di Puskesmas Idanoi Tolamaera pada Tanggal 18 Mei 2022, dan Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera telah mengakui bahwa itu benar yang dilakukan oleh bawahannya atas permintaan seseorang yang mengaku keluarga ibu tersebut (tanpa bukti).

Sehingga menanggapi pemberitaan ini, maka Ketua DPD LSM-GMICAK Kepulauan Nias oleh Arius Mendröfa Angkat Bicara dan mengatakan “kita sangat prihatin atas berita yang telah tersebar saat ini, dan memang kita sangat menyayangkan kalau Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli membiarkan bawahannya dengan kelakuan hal-hal seperti itu dan ini sudah mencoret nama medis dengan Dugaan Pemalsuan Vaksinasi tersebut,” Ungkapnya.

“Kita sangat berharap kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli dan dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, agar Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera dan juga oknum perawat tersebut diberikan sanksi yang memang sesuai dengan perbuatannya, dan juga Kepada Tim Satgas Covid-19 Kota Gunungsitoli memanggil atau meninjau hal ini, supaya tidak ada masyarakat kita yang akan terulang dengan kejadian seperti ini,” Tandasnya.

Baca Juga:Bupati Bengkalis di Wakili H Bagus Santoso Membuka Pelatihan Petugas Haji

Menurut pemberitaan yang dimuat oleh Media Jurnalx.co.id dengan isi bahwa pada saat dilakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera oleh Mei Generasi Zebua di Puskesmas Idanoi Tolamaera Kecamatan Gunungsitoli idanoi Kota Gunungsitoli sempat menyampaikan kata-kata atau cerita kehidupannya sebelumnya bahwa pernah menjadi preman dan Ormas dan hal ini juga pihak keluarga sangat terkesan kecewa atas cerita tersebut seakan-akan kedatangan mereka dianggap seperti preman sesuai pembicaraan Kepala Puskesmas Idanoi Tolamaera tersebut.

Jurnalis: Krisman W. Laoli

Pos Terkait

Read Also

Ketua DPD LSM GMICAK Kep.Nias Minta CV. Utama Hentikan Kegiatan AMP

Gunungsitoli, Lintaspena.com – Izin pabrik Asphalt Mixing Plant...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *