SIAK, LintasPena.com — Bupati Siak, Afni, menegaskan bahwa pejabat pemerintah merupakan pelayan masyarakat yang harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Ia juga meminta masyarakat tidak segan memberikan masukan konstruktif demi memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah daerah.
Pesan menyentuh tersebut disampaikan Afni saat menghadiri acara Gebyar Sholawat bersama KH Toyib Firdaus yang berpusat di Lapangan Purna MTQ, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (28/10/2026) malam.
Di hadapan para santri, ulama, dan ribuan masyarakat yang hadir, Afni secara khusus meminta jajaran pejabat eselon II dan III yang mendampinginya untuk berdiri. Momen ini sengaja ia lakukan untuk mengingatkan kembali esensi dari sebuah jabatan publik.
“Pejabat itu adalah pelayan masyarakat. Jika selama ini kami masih belum terasa melayani dengan baik, kami mohon dimaafkan. Berikan kami masukan yang baik dan doakan agar kami istiqamah, serta dijauhkan dari segala macam fitnah,” ujar Afni.
Selain menyampaikan pesan mengenai pelayanan publik, Afni mengapresiasi tinggi antusiasme luar biasa dari para santri dan masyarakat. Mereka tetap teguh menghadiri majelis sholawat meskipun guyuran hujan sempat melanda wilayah tersebut.
Sejumlah rombongan bahkan dilaporkan harus menempuh perjalanan penuh perjuangan untuk menuju lokasi kegiatan. Salah satunya adalah rombongan santri dari pondok pesantren KH Toyib Firdaus di wilayah Kerinci Kanan yang membawa sekitar 10 armada truk, di mana perjalanannya sempat tertahan akibat kendala cuaca sebelum akhirnya bisa melanjutkan kembali. Kondisi serupa juga dialami oleh rombongan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan elemen masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah, kita berharap keberkahan Allah menaungi kita semua. Walaupun hujan dan banyak rombongan masih dalam perjalanan, semangat untuk bersholawat dan menghadiri majelis ini tetap luar biasa,” ungkap Afni.
Melalui momentum ini, Afni berharap doa serta dukungan tulus dari para ulama, kiai, santri, dan seluruh lapisan masyarakat dapat terus menguatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti gebyar sholawat ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai spiritualitas daerah, tetapi juga menjadi perekat silaturahmi yang kokoh antara pemerintah, ulama, pondok pesantren, dan masyarakat.
Acara religius ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan pondok pesantren, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Siak. (Dd)











Tidak ada Respon