Cerita Pilu Longsor di Bogor, Nenek Ditemukan Tewas dalam Kondisi Gendong Cucunya

admin
A-AA+A++

Bogor, Lintaspena.com – Longsornya bebatuan penahan tebing di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sabtu (21/5) sore juga menghancurkan satu rumah lainnya, hingga menewaskan tiga penghuninya.

Dua di antaranya merupakan Uum,70, seorang nenek yang ditemukan dalam kondisi sedang menggendong cucunya, Nafis, 4. Keduanya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan dan relawan melakukan pencarian beberapa jam di lokasi.

“Saat itu posisinya seperti menggendong, nenek dan cucu saat ditemukan, Ahad (22/5) dini hari,” ungkap Penata Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam dikutip dari Antara.

Baca Juga:Andai Covid-19 Ditetapkan Jadi Endemi, Pembiayaan Pasien Bukan dari Pemerintah Lagi

Satu korban meninggal lainnya di rumah tersebut yaitu Eneng ,30, ibunda dari Nafis. Almarhumah Eneng merupakan korban terakhir yang dievakuasi oleh tim SAR sekitar pukul 13.30 WIB, dengan kondisi tertumpuk material longsoran di area teras rumahnya yang kini sudah tak berbentuk.

“Kalau dari denah rumah yang kami dapat itu posisinya di depan, teras. Karena rumah tersebut menghadap tebing dan kondisinya terjepit motor,” kata Adam.

Sementara, suami Eneng, Hilman berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut. Hilman termasuk dari lima yang selamat dari total sembilan korban tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Cijeruk.

Baca Juga:Bupati Siak H.Alfedri Berikan Penghargaan Apresiasi Pada Fasiliator Daerah Pengajar Praktik dan Guru Penggerak

Sementara, Camat Cijeruk, Bangun Septa menyebutkan bahwa para korban yang meninggal dunia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta untuk keperluan visum.

“Dibawa ke Kramat Jati untuk visum, sebagai laporan awal untuk tindakan awal Kepolisian. Ada permintaan dari keluarga untuk dilakukan visum,” kata Bangun.

Menurutnya, para korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Cijeruk setelah proses visum di RS Kramat Jati.

Baca Juga:BNI Dorong Pertumbuhan KUR Memacu Kinerja Mitra Debitur UMKM

Seperti diketahui, peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada Sabtu (21/5) itu, menyebabkan dua rumah rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan.

Source: IndonesiaToday.co.id
(VLH)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *