Sekolah Negeri Kurang Ruang Kelas, Pemkab Bekasi Optimalkan Sekolah Swasta Tampung Siswa

Meni
Sekolah Negeri Kurang Ruang Kelas, Pemkab Bekasi Optimalkan Sekolah Swasta Tampung Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, saat memberikan keterangan kepada media terkait pemenuhan akses pendidikan dan daya tampung PPDB 2026.
A-AA+A++

BEKASI, LINTASPENA.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayahnya tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak pada tahun ajaran baru ini. Langkah ini menjadi komitmen penuh pemerintah daerah demi menekan angka putus sekolah dan menyukseskan program wajib belajar.

Pernyataan tersebut merespons evaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 yang menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk masuk ke sekolah negeri. Persaingan ketat tersebut memicu kekhawatiran dari sebagian orang tua murid mengenai nasib kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, ST., M.Si., mengungkapkan bahwa daya tampung sekolah negeri saat ini memang belum mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik. Kondisi geografis dan pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi pemicu utama tingginya lonjakan jumlah pendaftar setiap tahunnya.

Berdasarkan data terbaru dari Disdik, Kabupaten Bekasi saat ini tercatat masih kekurangan sekitar 2.500 ruang kelas baru untuk tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama. Defisit fasilitas ini menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh jajaran pemerintah daerah dalam penataan sistem zonasi.

Imam menjelaskan bahwa penambahan ruang kelas baru sebenarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi ekosistem pendidikan setempat. Keberadaan ruang kelas yang ideal sangat memengaruhi efektivitas penyerapan materi pelajaran oleh para siswa selama berada di lingkungan sekolah.

“Kalau ingin seluruh proses belajar mengajar berjalan dalam satu sif, Kabupaten Bekasi masih kekurangan sekitar 2.500 ruang kelas,” kata Imam kepada media, Selasa (7/7/2026). Akibat kekurangan ini, sejumlah sekolah terpaksa menerapkan sistem pembagian waktu belajar pagi dan siang hari.

Meski menghadapi kendala infrastruktur fisik, Imam meminta masyarakat dan orang tua murid untuk tidak panik atau berkecil hati. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai skema mitigasi agar proses transisi tahun ajaran baru tetap berjalan kondusif.

Menurut Imam, keterbatasan kapasitas tampung di sekolah-sekolah negeri sebenarnya masih dapat diimbangi dengan keberadaan sekolah swasta di Kabupaten Bekasi. Keberadaan institusi pendidikan swasta dinilai menjadi mitra strategis yang sangat membantu dalam memecah penumpukan calon siswa.

Hingga saat ini, banyak sekolah swasta di berbagai kecamatan yang dilaporkan masih memiliki kuota kursi kosong yang cukup banyak. Fasilitas dan kualitas pengajaran di sekolah swasta tersebut juga terus dipantau agar tetap memenuhi standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berjanji akan terus berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Sinergi antara sektor publik dan swasta akan terus diperkuat guna menjembatani kesenjangan daya tampung yang terjadi di lapangan.

Selain itu, Disdik juga tengah mengkaji regulasi bantuan atau insentif khusus bagi keluarga kurang mampu yang terpaksa menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban finansial orang tua sekaligus memeratakan sebaran jumlah murid baru.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan percepatan pembangunan ruang kelas baru secara bertahap pada pos anggaran belanja tahunan berikutnya. Penataan fasilitas pendidikan ini akan diprioritaskan pada wilayah-wilayah padat penduduk yang memiliki tingkat kepadatan siswa tertinggi. (Agung S)