TUALANG, LintasPena.com – Kawasan Car Free Day (CFD) ke-40 Kecamatan Tualang mendadak riuh dan dipadati oleh ribuan warga yang antusias. Kegiatan mingguan yang dipusatkan di Kota Perawang ini terasa sangat istimewa karena mengusung tema kebudayaan Melayu yang kental, yakni “Rentak Zapin Meiring Budak Bemain”.
Agenda publik tersebut dipastikan semakin semarak dengan kehadiran dan pembukaan resmi oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si, Minggu pagi (21/6/2026). Kehadiran orang nomor satu di Negeri Istana ini didampingi oleh suami, Triono Dul Halim, serta Camat Tualang, Mursal.
Rangkaian acara diawali sejak pukul 06.00 WIB dengan aktivitas olahraga mandiri oleh masyarakat, disusul agenda senam massal yang memadati area panggung utama. Ribuan pasang mata kemudian disuguhkan dengan kemeriahan Lomba Senam Zapin Kreasi yang diikuti oleh puluhan grup dari tingkat SD dan SMP.
Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi dan kemandirian panitia pelaksana. Ia memuji pola kemitraan solid yang berhasil dibangun bersama pihak sponsor sehingga mampu melahirkan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat bawah.
“Di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi, geliat ekonomi justru kita bangun dari bawah, yaitu dari masyarakatnya sendiri. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terlaksana di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Siak,” ujar Bupati Afni.
Mantan wartawan tersebut menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari warga yang hadir berolahraga ini di luar prediksi awal pemerintah daerah. Area CFD dinilai sukses bertransformasi menjadi wadah rekreasi keluarga di mana warga bisa sehat berolahraga sekaligus menikmati perputaran pasar kuliner khas daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana CFD sekaligus Lurah Perawang, Mida Wati, melaporkan bahwa perputaran ekonomi kreatif di wilayah Tualang bergerak sangat masif. Tercatat ada sebanyak 101 pelaku UMKM lokal yang terlibat aktif menjajakan produknya dengan berkolaborasi bersama Korwilcam Pendidikan Tualang.
Terkait pelaksanaan lomba budaya, Mida merinci bahwa kompetisi diikuti oleh 29 grup berafiliasi sekolah, yang terdiri dari 17 grup tingkat SD dan 12 grup tingkat SMP. Para pemenang berhak membawa pulang piala, sertifikat, serta uang pembinaan hingga Rp1.000.000 untuk Juara 1.
Kesuksesan festival rakyat ini tidak terlepas dari sokongan multi-sektor, mulai dari institusi pendidikan, kesehatan, hingga perbankan. Dukungan mengalir dari Penerbit Tiga Serangkai, RSUD Tualang, Puskesmas Perawang yang membuka cek kesehatan gratis, serta aksi Green Policing berupa pembagian ratusan bibit tanaman gratis.
Sektor perbankan, khususnya Bank BRI, memberikan dukungan penuh (full support) melalui kolaborasi strategis antara BRI Kantor Cabang Perawang dan BRI Kantor Cabang Siak. Kehadiran para pimpinan cabang menunjukkan wujud komitmen nyata BUMN dalam mengawal program kerja pemerintah daerah.
Pemimpin Cabang BRI Perawang, Ivon Septiandri, menegaskan kesiapan institusinya untuk menjadi mitra strategis dalam menaikkan kelas UMKM lokal Siak. Sebagai stimulus awal, BRI langsung menyalurkan bantuan fasilitas fisik berupa 30 unit payung tenda dagang dari total target bantuan sebanyak 60 unit.
Selain bantuan tenda, BRI juga melakukan digitalisasi sistem transaksi di area pasar CFD dengan mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis QRIS. Langkah modernisasi ini diterapkan guna memudahkan model pembukuan keuangan para pedagang kecil agar lebih akuntabel dan aman dari risiko uang palsu.
Di lokasi yang sama, BRI turut membuka stan pelayanan prima guna memfasilitasi kebutuhan administrasi perbankan warga secara langsung. Layanan yang diserbu masyarakat meliputi pembukaan rekening umum, tabungan investasi, asuransi mikro, hingga penggantian kartu ATM edisi khusus terbaru. (Inf)










Tidak ada Respon