Pelarian Napi Rutan Pekanbaru Berakhir Tragis di Rumbai, Tertangkap Warga Akibat Tergoda Aroma Rendang Kurban

Meni
Pelarian Napi Rutan Pekanbaru Berakhir Tragis di Rumbai, Tertangkap Warga Akibat Tergoda Aroma Rendang Kurban
Nasriyatno alias Cili, buronan narapidana Rutan Kelas IA Pekanbaru, saat diamankan oleh panitia kurban Masjid At-Taqwa RW 04 Rumbai, Pekanbaru, Rabu (27/5/2026). Pelarian Cili berakhir tragis setelah dirinya keluar dari persembunyian karena kelaparan dan tergoda aroma rendang yang sedang dimasak warga. (Foto: Dok Yanuar)
A-AA+A++

LINTASPENA.COM, PEKANBARU — Pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, tampaknya sangat cocok menyelimuti akhir pelarian Nasriyatno alias Cili. Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang sempat kabur sejak Minggu (24/5/2026) lalu, harus menyudahi petualangannya setelah berhasil diringkus kembali di kawasan Rumbai pada Rabu (27/5/2026) siang sekitar pukul 14.56 WIB.

Ironisnya, bukan karena taktik intelijen yang rumit, pelarian Cili justru tumbang oleh rasa lapar yang tak tertahankan. Perut kosong memaksanya keluar dari tempat persembunyian yang aman. Langkah kakinya seolah dituntun oleh aroma gurih masakan mendekati kerumunan warga yang tengah sibuk memasak rendang dan memotong hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban,” ujar seorang warga di lokasi kejadian dengan nada heran.

Seketika, suasana hangat dan penuh kebersamaan warga yang sedang bergotong-royong menyiapkan daging kurban mendadak berubah menjadi ketegangan yang mencekam. Begitu menyadari bahwa pria asing yang mendekat adalah buronan yang dicari-cari, warga sekitar dengan sigap langsung mengepung dan mengamankan Cili sebelum ia sempat melangkah lebih jauh.

Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, mengonfirmasi kebenaran penangkapan dramatis tersebut kepada awak media. Pihaknya bernapas lega karena salah satu pekerjaan rumah terbesar mereka minggu ini akhirnya tuntas dengan bantuan masyarakat.”Benar, sudah ditangkap. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Erwin Siregar singkat.

Meski demikian, pihak Rutan masih enggan membeberkan secara detail mengenai kondisi psikologis maupun fisik Cili saat ditangkap, termasuk kronologi interogasi awal. Proses hukum internal kini masih berjalan ketat untuk menggali informasi lebih dalam terkait pelariannya.

Jika menengok ke belakang, aksi nekat Cili pada Minggu sore menjelang magrib itu sempat membuat geger publik. Pria yang divonis 1 tahun 1 bulan penjara akibat kasus pencurian ini tergolong sangat berani memanfaatkan celah kelengahan petugas rutan yang sedang sibuk melakukan pergantian sif jaga di sore hari.

Sistem pengamanan rutan runtuh sesaat ketika Cili dengan lihai melompati pagar dan tembok pembatas kantor yang menjulang tinggi. Memanfaatkan pencahayaan yang mulai temaram menjelang malam, ia sempat menghilang bak ditelan bumi sebelum akhirnya skenario pelariannya hancur berantakan tiga hari kemudian hanya karena urusan perut.

Insiden ini tentu menjadi tamparan keras bagi otoritas penegak hukum setempat dan sempat memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait kualitas pengamanan lapas. Kerja sama yang baik antara warga dan petugas di lapangan kali ini menjadi kunci sukses kembalinya sang tahanan ke balik jeruji besi.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Rutan berjanji tidak akan tinggal diam dan siap melakukan evaluasi internal secara total. Langkah ini diambil demi menutup segala celah keamanan yang ada agar drama pelarian serupa tidak terulang kembali di masa depan.(yn)