Calon Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Kemenag Riau Pastikan Hak Badal Haji dan Asuransi Terpenuhi

Meni
Calon Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Kemenag Riau Pastikan Hak Badal Haji dan Asuransi Terpenuhi
Kakanwil Kemenag Riau Defizon menegaskan bahwa petugas haji di Arab Saudi telah melakukan penanganan darurat maksimal dan akan menyelesaikan seluruh hak administrasi serta pemulasaraan jemaah yang meninggal di Tanah Suci. (Foto: Dok/Istimewa)
A-AA+A++

LINTASPENA.COM, PEKANBARU – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji Provinsi Riau di Tanah Suci. Seorang Calon Jemaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis, Marati Kasmuri Usman (66), dilaporkan meninggal dunia di pemondokan jemaah, Kota Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi.

Peristiwa duka tersebut terjadi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 17.51 Waktu Arab Saudi (WAS). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhumah ke rahmatullah.

Defizon mengajak seluruh jemaah dan masyarakat Riau untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Pihak Kemenag menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab penuh dalam menyelesaikan seluruh hak kemudahan bagi jemaah yang wafat selama operasional haji. Hak-hak yang dimaksud meliputi pelaksanaan badal haji yang akan diwakilkan oleh petugas, serta pencairan klaim asuransi jiwa jemaah.

Prosesi pemulasaraan jenazah hingga pemakaman dipastikan berjalan sesuai prosedur kedaruratan yang berlaku di Arab Saudi. Seluruh pengurusan di Kota Makkah ditangani langsung oleh petugas haji Indonesia berkolaborasi dengan pihak otoritas maktab setempat.

Berdasarkan rekam medis dari laporan resmi tim kesehatan kloter, almarhumah tercatat memiliki riwayat penyakit penyerta yang cukup kompleks. Korban pernah menjalani tindakan angioplasty pada Desember 2025, serta mengidap diabetes melitus non-insulin, penyakit jantung iskemik kronis, dan jantung hipertensi.

Kronologi di lapangan menunjukkan almarhumah sempat kehilangan nafsu makan pada Rabu siang, namun tetap dimotivasi oleh rekan sekamar untuk minum obat secara rutin. Petaka terjadi sekitar pukul 16.00 WAS saat almarhumah yang sedang duduk santai di kamar tiba-tiba ambruk telentang dan tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi darurat tersebut, ketua regu segera memanggil tim medis kloter untuk melakukan pertolongan pertama. Saat diperiksa, tensi darah almarhumah sudah tidak terbaca, denyut nadi melemah drastis, dan fungsi pernapasan spontan terpantau telah berhenti.

Tim dokter sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP), pemasangan infus, hingga injeksi obat epinefrin secara berkala selama satu setengah jam. Kendati sempat memunculkan respons kejut sesaat, tubuh almarhumah tidak menunjukkan perbaikan klinis hingga akhirnya dinyatakan wafat pada pukul 17.51 WAS.(dz)

Pos Terkait

Read Also

Kabar Duka Haji Riau: Jemaah Asal Kampar Wafat Saat Shalat Sunnah di Masjid Nabawi

PEKANBARU, LintasPena.com – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah...

Kabar Duka! Mantan Ketua PWI Riau Zulmansyah Tutup Usia, SF Hariyanto Sampaikan Bela Sungkawa

PEKANBARU, LintasPena.com – Kabar duka mendalam menyelimuti dunia...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *