Tragedi Berdarah di Kuranji, Perselisihan Proyek Berujung Hilangnya Nyawa di Tangan Kerabat

Meni
Tragedi Berdarah di Kuranji, Perselisihan Proyek Berujung Hilangnya Nyawa di Tangan Kerabat
Pelaku pembunuhan di Kuranji berinisial A akhirnya menyerahkan diri ke Mapolresta Padang, Selasa (28/4) malam. Polisi juga berhasil mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku dalam pertikaian maut terkait sengketa proyek tersebut. (Foto: Istimewa)
A-AA+A++

PADANG, LintasPena.com – Kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mendadak mencekam setelah sebuah tragedi berdarah terjadi pada Selasa (28/4/2026) siang. Seorang pria bernama Hari Zanto meregang nyawa setelah terlibat pertikaian sengit dengan kerabatnya sendiri yang berinisial A. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang dipicu oleh konflik personal di wilayah hukum Polresta Padang.

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 12.15 WIB di sebuah hunian yang terletak di Jalan Gurun Panjang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, konflik ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar dari ketidakharmonisan komunikasi terkait pengelolaan operasional di sebuah proyek pembangunan setempat.

Pemicu utama kemarahan pelaku diduga kuat berasal dari pembagian tugas jaga malam serta pengaturan logistik proyek yang dianggap tidak adil. Perselisihan mengenai hak dan kewajiban dalam mengamankan proyek tersebut membuat tensi di antara keduanya meninggi, hingga pertemuan yang semula diharapkan menjadi solusi justru berubah menjadi petaka.

Sebelum penusukan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat percakapan serius di teras rumah. Namun, suasana yang awalnya tenang dengan cepat berubah menjadi panas saat adu mulut mulai tak terkendali. Provokasi dan emosi yang meluap membuat pelaku gelap mata dan nekat menggunakan senjata tajam untuk menyelesaikan perselisihan.

Detik-detik mencekam terjadi saat korban menyadari nyawanya terancam dan berusaha melarikan diri dari amukan pelaku. Malang tak dapat ditolak, langkah korban terhenti setelah ia tersandung sebuah kursi di lokasi kejadian. Dalam posisi terjatuh dan tidak berdaya, pelaku langsung menghujamkan sebilah pisau ke arah perut korban.

Saksi mata di lokasi, Nur Erni Yusnita, segera berusaha memberikan pertolongan pertama dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, luka robek yang dialami Hari Zanto sangat parah hingga menyebabkan pendarahan hebat. Tepat pada pukul 13.30 WIB, tim medis menyatakan bahwa nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi.

Setelah melakukan aksi kejinya, pelaku sempat melarikan diri dari tempat kejadian perkara untuk bersembunyi. Tim Satreskrim Polresta Padang yang dipimpin Ipda Ryan Fermana kemudian bergerak cepat dengan melakukan pelacakan dan memberikan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga pelaku agar yang bersangkutan kooperatif dengan hukum.

Upaya kepolisian membuahkan hasil ketika pelaku akhirnya bersedia menyerahkan diri pada Selasa malam setelah menyadari tidak ada tempat untuk bersembunyi. “Kami menekankan kepada pihak keluarga bahwa menyerahkan diri adalah jalan terbaik agar proses hukum dapat berjalan adil dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Ipda Ryan Fermana.

Saat ini, penanganan kasus telah sepenuhnya dilimpahkan ke Polsek Kuranji untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman penjara bertahun-tahun. Polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi guna melengkapi berkas perkara insiden tragis ini.(Toni)