PEKANBARU, LintasPena.com – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dalam proses penerimaan calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap praktik percaloan yang menjanjikan kelulusan di luar mekanisme resmi.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Ia menjamin bahwa proses ini tidak dipungut biaya sedikit pun.
“Proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada pungutan biaya serta tidak ada ruang bagi calo maupun joki,” tegas Brigjen Pol. Hengki di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Wakapolda Riau menjelaskan bahwa penerimaan Akpol tahun ini hanya dibuka melalui jalur reguler. Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan individu dalam mengikuti setiap tahapan seleksi secara objektif.
“Kami ingatkan masyarakat agar mengikuti proses resmi dan tidak memercayai pihak mana pun yang mengaku dapat meluluskan peserta dengan imbalan tertentu,” tambahnya.
Saat ini, proses seleksi tengah memasuki tahap pemeriksaan kesehatan. Berikut adalah rangkaian jadwal penting seleksi Akpol 2026 tingkat daerah:
- 7–11 April:Pemeriksaan Kesehatan Tahap I.
- 23–25 April:Tes Psikologi berbasis komputer.
- 6–11 Mei:Tes Akademik, Uji Komputer, Inventori PMK, dan CAT AMI.
- 17–24 Mei:Uji EKG, Kesamaptaan Jasmani, dan Antropometri.
- 4–6 Juni:Sidang Menuju Rikkes Tahap II dan Pelaksanaan Rikkes Tahap II.
- 13–17 Juni:Tes PMK, Psikologi Tahap II, dan Administrasi Akhir.
- 26 Juni:Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda).
Bagi peserta yang lolos di tingkat daerah, seleksi akan berlanjut di tingkat Panitia Pusat pada 3–27 Juli 2026.
Sebagai bentuk transparansi, Polda Riau mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya seleksi. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau indikasi kecurangan, laporan dapat disampaikan melalui layanan Pengaduan Masyarakat (Dumas) atau memindai QR Code Propam Polri yang tersedia di lokasi seleksi serta media sosial resmi Polri.









Tidak ada Respon