Teks Foto ; Ummul Nanda Ridhotun (tengah) bersama rekannya saat tampil pada pentas Festival Seni dan Budaya pada 18 Juni 2024 di Gedung Auditorium UNS Surakarta, Jawa Tengah.

LAMPUNG SELATAN, lintas pena.com Lamsel – Mahasiswi Universitas Lampung (UNILA) Ummul Nanda Ridhotun bersama rekan-rekannya tampil mementaskan tarian daerah Lampung, yakni tari bedana serta tarian daerah lainnya dari Pulau Sumatera di acara “Festival Seni dan Budaya” pada 18 Juni 2024 yang digelar di Gedung Auditorium Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah.

 

Kegiatan tersebut adalah bagian dari giat para mahasiswi Program Studi S1 di Universitas Lampung Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester VI yang terpilih mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sejak tanggal 9 Februari hingga 23 Juni 2024 (satu semester).

 

Ummul Nanda Ridhotun (20) putri kedua dari pasangan Bapak Suyadi, S.Pd dan Ibu Sri Suprapti, S.Pd memiliki bakat menarinya tidak terlepas dari bimbingan serta bakat dari sang ibunya. Karena sang ibu Sri Suprapti, S.Pd diketahui sebagai pelatih tari dan seni tarik suara di SD Negeri Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

 

Ummul Nanda Ridhotun sendiri sudah terbiasa tampil menari diatas panggung dengan mementaskan tarian daerah. Khususnya tari daerah Lampung seperti Sigeh Penguten, tari bedana sejak duduk di bangku sekolah dasar.

 

“Saya ingin membangun rasa percaya diri dan bakat saya dengan belajar berekspresi melalui tari,” kata Ummul Nanda Ridhotun, melalui keterangan orang tuanya Bapak Suyadi, S.Pd yang diterima Lintaspena.com, Rabu (19/6) melalui pesan singkat WhatsApp miliknya.

 

Menurut Bapak Suyadi, S.Pd menjelaskan putrinya yang tampil mementaskan tarian daerah, khususnya daerah Lampung pada acara Festival Seni dan Budaya bersama rekan-rekannya menyatakan, hal tersebut dapat meningkatkan kreativitas serta kepercayaan diri mereka.

 

Lanjut, kata Bapak Suyadi mengatakan putrinya Ummul Nanda Ridhotun merasa sangat senang dan bersyukur karena bisa terpilih mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa (PMM) di UNS Surakarta dan bisa mengikuti Festival Seni dan Budaya tingkat nasional.

 

Menurutnya dengan mementaskan tarian tradisional daerah khususnya daerah Lampung dan Pulau Sumatera di panggung di Gedung Auditorium Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah sebagai bentuk memperkenalkan dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah dan kekayaan budaya bangsa.

 

Selain, itu juga para peserta lainnya dari berbagai universitas di Pulau Sumatera juga menampilkan tarian asal daerahnya, seperti tari ratoh jaroe dari Aceh, tari kipas dari Sumatera Selatan dan juga menampilkan lagu-lagu daerah asalnya masing-masing serta menampilkan puisi di hadapan ratusan penonton.

 

Laporan : Mu’min/Alfian.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *