Kerinci, Lintaspena.com – Kurang lebih 41 Desa di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2022. Karena 41 Kades tersebut habis masa jabatannya pada 5 januari 2023 mendatang.
Satu bulan sebelum Pilkades Serentak 2022 di Kabupaten Kerinci masyarakat berharap Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD) agar segera dibagikan kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid 19 supaya dana BLT tidak dijadikan alat politik dan biaya kampanye oleh beberapa oknum kades yang masih mencalonkan diri pada tahu ini.
Hal ini diungkapkan oleh beberapa masyarakat kepada awak media Lintaspena.com di salah satu warung kopi di ibukota kabupaten Kerinci, dimana mereka Desa yang ikut Pilkades Serentak 2022 sangat berharap agar pihak terkait seperti Inspektorat , Dinas PMD Kerinci termasuk camat Se Kabupaten kerinci mengintruksikan Kepala Desa untuk segera membagikan BLT DD. Selasa 4/10/22.
Ketika terjadi penundaan pembagian BLT-DD tersebut tentunya akan menguntungkan diri salah satu pihak sebab tinggal menghitung hari pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, apalagi saat ini mulai beredar informasi bahwa BLT akan dijadikan senjata oleh beberapa oknum Calon Kepala Desa (Cakades) Petahana, untuk menghindari penyalahgunaan dana BLT -DD diminta kepada Bupati kabupaten Kerinci agar segera menginstruksikan kepada dijajaran pemerintah Desa dilakukan pencarian dana BLT – DD dengan bersamaan.
Informasi yang didapatkan awak media Lintaspena.com dari kalangan masyarakat Kerinci yang tidak mau disebut namanya ada beberapa oknum Cakades Petahana ataupun Koleganya yang ikut mencalonkan diri sebagai Cakades diduga akan memanfaatkan program BLT DD sebagai kendaraan politik untuk mencari simpati masyarakat bahkan bisa menjatuhkan kandidat yang lain.
Bisa saja Oknum Cakades Petahana akan melakukan pembodohan publik, memberi iming-iming jika dirinya kembali terpilih maka orang-orang yang mendapatkan BLT DD tetap dipertahankan untuk menerima bantuan tersebut, apalagi BLT DD tersebut dibagikan secara (DOR TO DOR) menjadi kesempatan yang baik bagi Cakades petahana, pilihlah Cakades yang pro rakyat dan bisa mensejahterakan masyarakatnya.
Zamzamil Altivis senior dari kerinci tengah, Beralamat di Kecamatan Gunung Tujuh Kayu Aro sebagai Ketua LSM P2AN. Mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan kampanye politik terkait BLT DD dan Bantuan Sosial (Bansos) lainnya, jika memang warga tersebut layak untuk menerima bantuan, siapapun yang menjadi Kades terpilih nantinya warga yang layak tetap akan menerima BLT DD dan Bansos, tidak ada pengaruh terhadap siapapun Kades nantinya sebab ini uang negara yang dikelola Kades harus tepat sasaran.
“Saya berharap kepada pemerintah Desa, Jika Anggaran dana BLT DD sudah cair dan sudah masuk di rekening desa agar segera dibagikan ke masyarakat penerima manfaat, supaya Cakades Petahana tidak ada dugaan masyarakat yang tidak-tidak dan juga tidak dijadikan unsur politik dengan sesama warga dan untuk apa di pertahankan lagi hak masyarakat harus segera dibagikan. Karena itu wajib diberikan kepada masyarakat sesuai ketentuan, ia juga berharap Kepada Camat untuk mengingatkan kembali Kades Kades agar BLT DD segera dibagikan sebelum berdekatan dengan Pilkades mengingat masih banyak Cakades Petahana di Kabupaten Kerinci mencalon kan diri pada tahu ini”. Tuturnya.
Bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelontorkan ke desa jangan dijadikan alat kampanye (INCAMBEN) pada Pilkades, “jadi jangan dipolitisasi demi keuntungan calon petahana” praktek aji mumpung atau sok peduli terhadap warga sudah mulai terendus yang mengarah pada politisasi Pilkades dari sejumlah oknum Cakades petahana untuk mendulang simpati pada Pilkades serentak 7 Nopember 2022 yang diikuti 41 Desa di Kabupaten Kerinci provinsi Jambi.
“Jangan sampai ada yang mengklaim bantuan BLT DD dan Bansos lainnya sebagai perjuangan atau jasa sang oknum Cakades Petahana,” mari kita belajar berpolitik yang baik dan santun buatlah program Pro rakyat yang rasional , adu gagasan dan visi misi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kabupaten kerinci. Tutupnya **(Sandra boy chaniago)










Tidak ada Respon