PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pengukuhan Pengurus Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Provinsi Riau periode 2026–2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan karakter generasi muda di Bumi Lancang Kuning. Organisasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam menanamkan nilai luhur bangsa.
Langkah awal kepengurusan ini diproyeksikan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Terutama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, mempertebal semangat kebangsaan, serta mengasah jiwa kepemimpinan yang berintegritas tinggi kepada para generasi penerus bangsa.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyatakan bahwa kepengurusan baru ini wajib menghadirkan program yang berorientasi pada pengabdian masyarakat. Amanah yang diemban dinilai sebagai tanggung jawab besar demi menjaga kedaulatan ideologi negara.
“Saya mengucapkan selamat kepada jajaran Pengurus DPPI Provinsi Riau yang dikukuhkan. Amanah yang saudara emban bukanlah tugas yang ringan, melainkan tanggung jawab besar untuk membina, menjaga, dan mengembangkan karakter generasi muda,” ujar Zulkifli di Evo Hotel Pekanbaru, Minggu, 2 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Zulkifli memaparkan bahwa DPPI memiliki posisi yang sangat strategis di tengah masyarakat. Wadah ini memegang peran krusial untuk merangkul dan membina para purna Paskibraka agar energi positif mereka tetap tersalurkan dalam pembangunan daerah.
Organisasi ini juga didorong untuk terus mempererat tali silaturahmi antarlintas generasi purna Paskibraka di Riau. Peningkatan kapasitas kepemimpinan internal harus berjalan beriringan dengan aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial warga sekitar.
Zulkifli mengingatkan bahwa keberhasilan dalam membentuk karakter pemuda tidak dapat bersandar pada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang erat dan berkesinambungan antara pemerintah, lembaga pendidikan, lingkungan keluarga, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Kesbangpol, DPPI, sekolah, dan masyarakat harus terus diperkuat. Tujuannya agar pembinaan tidak berhenti pada saat pelaksanaan upacara kenegaraan saja, melainkan berlanjut menuju proses pembentukan generasi emas,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPPI Provinsi Riau periode 2026–2030, Josua Sihite, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk berada di garda terdepan. Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh mandek sebagai teori, melainkan harus diimplementasikan dalam tindakan.
Sebagai langkah konkret, Josua menerangkan bahwa fokus utama program kerjanya adalah memperluas jangkauan edukasi ideologi bangsa ke sekolah-sekolah. Gerakan ini diharapkan mampu membentengi pelajar di berbagai daerah Riau dari dampak negatif arus globalisasi. (Fn)










Tidak ada Respon