Polemik elpiji 3 Kg Subsidi : Masyarakat Mengeluh Pengencer ‘Nakal’ Menjual Diatas Harga HET

admin
A-AA+A++

Kerinci, Lintaspena.com ~ Alpia selaku sekjen LSM (P2AN) lembaga swadaya masyarakat Peduli Pembangunan dan Aparatur Negara mengatakan, dirinya banyak mendapat bisikan dan keluhan dari masyarakat wilayah Kecamatan Kayu Aro, Gunung Tujuh dan Kayu Aro Barat kabupaten kerinci Provinsi Jambi, terkait mahalnya harga eceran gas elpiji subsidi 3 kilogram yang dijual pangkalan dan kios kepada masyarakat dengan harga bervariasi mencapai Rp.35000-40.000 ribu. Padahal harga eceran tertinggi (HET) hanya sekitar Rp.20 ribu.

“Saya berharap kepada dinas dan instansi terkait di kerinci agar bisa menertibkan kembali harga gas elpiji subsidi 3 Kg , supaya melakukan pengawasan dan penindakkan tegas terhadap para pangkalan di desa desa serta kios yang menjual gas elpiji di atas harga HET yang telah ditetapkan pemerintah , Apalagi gas elpiji 3 kilogram bersubsidi itu diperuntukan untuk warga kurang mampu,” ujar Alpia, ke media ini.Rabu (07/09/2022).

Dirinya juga mengharapkan setiap pangkalan dan kios-kios yang menjual gas elpiji 3 kilogram , untuk tidak menjual terlalu tinggi hingga jauh dari harga HET. Ia juga meminta Dinas Perdagangan dan Agen resmi dari PT. Andalan Putra Jambi dan PT. Garis Energi selaku pemasok gas subsidi 3 kilogram untuk wilayah Kabupaten Kerinci turun ke lapangan, untuk memantau harga maupun pendistribusian dari pangkalan ke masyarakat dan warung pengencer , tentunya harapan kami jika terbukti adanya pangkalan gas elpiji subsidi 3 kg yang menjual diatas harga HET agar dicabut izinnya , LSM P2AN selain mendapatkan informasi dari kalangan masyarakat juga sudah turun langsung mengecek Harga penjualan di berbagai desa yang sudah ditunjuk secara resmi sebagai pangkalan memang tidak ada satupun pangkalan gas elpiji subsidi 3 kg yang menjual sesuai Harga HET , para pangkalan gas subsidi menjual dengan harga bervariasi dari 28 ribu , 30 ribu , 33 ribu namun lebih parah nya lagi pengencer di warung menjual gas elpiji 3 kg mencapai 40 ribu.

“Informasi dari masyarakat, ada pangkalan begitu gas elpiji 3 kilogram itu datang, tidak bertahan beberapa jam sudah habis, sedangkan setiap pangkalan mereka bisa mendapat jatah ratusan lebih . Ini yang harus dilakukan pemantauan oleh pihak distributor /Agen resmi dan dinas terkait ” ucap Alpia.

Sekjen LSM P2AN juga mengatakan, kepada media Lintaspena.com, selama ini pengawasan dari Disperidag tidak terlihat sehingga pendistribusian gas bersubsidi untuk masyarakat yang tidak mampu dimanfaatkan oleh pihak pangkalan, atau pun orang yang ingin mengambil keuntungan besar.

Maka dari itu, kami selaku kontrol sosial meminta dilakukan pengawasan dari Dinas Disperindag kabupaten Kerinci terhadap pangkalan-pangkalan nakal , “Di kecamatan Kayu Aro , Kayu Aro Barat dan gunung tujuh yang menjual gas elpiji 3 kilogram di atas harga Rp,30.000.” masyarakat jangan diam dan takut untuk melaporkan kepada kami dan Insya Allah jika benar laporan masyarakat kami selaku perpanjangan tangan dari masyarakat akan melaporkan pangakalan pangkalan nakal ke Aparat Penegak Hukum ( APH ) tutupnya. **(SANDRA BOY CHANIAGO)

Pos Terkait

Read Also

Pemdes Muara Semerah Mudik Salurkan Bantuan Alat Tulis dan Hadiah untuk Siswa Berprestasi

Sebanyak 150 siswa dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar...

SDN 83 III Koto Majidin Raih Prestasi di Tingkat Kabupaten Kerinci Hingga ke Tingkat Provinsi

H.Murison, S.Pd., S.Sos, M.Si Kepala dinas pendidikan membuka...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *