MOJOKERTO, Lintaspena.com – Oknum pegawai KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Artha Niaga Mojosari, Ari Agus Setiawan alias Ambon, merespons suara sumbang Mujianto yang mengaku ‘dipermainkan’ saat pengajuan pelunasan BPKB motor Scoopy nya. 

Hal ini dilakukan, sebagai upaya perimbangan pemberitaan, usai viral-nya nasabah itu mengeluhkan soal layanan oknum karyawan Koperasi Artha Niaga yang berkantor di jalan Airlangga, nomor:112, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur.

“Mujianto itu punya pinjaman di kantor saya. Awal pinjam tahun 2021 kalau gak salah, lalu macet. Selama 18 bulan, dicicil hanya 8 kali. Itupun saya nagih ke rumahnya pindah-pindah kontrak. Alamat yang asli, ditempati kakaknya. Kakaknya pun gak tahu keberadaan Mujianto,” jelas Agus, ketika dikonfirmasi Jumat, (17/05/2024).

Menurut Agus, nasabahnya yang bekerja di PT Cort Indonesia ini telah jatuh tempo pelunasan pada Agustus 2023 lalu. Namun pihaknya mengevaluasi, hanya sebanyak 8 kali saja menerima angsuran dari Mujianto.

“Lha kemarin menghubungi saya, katanya punya uang Rp 5 juta. Gak apa-apa titipkan dulu di kantor. Nanti tak bantu pengajuan dan denda. Terus, Mujianto gak ada Rp 5 juta tapi Rp 4,5 juta, sudah dititipkan sendiri di kantor,” katanya.

Mujianto ini, imbuh Agus, dapat uang dari anak BFI (Finance Indonesia), rencananya di take over. Terus total pelunasannya Rp 5,47 juta. Lha dia nitip Rp 4,5 juta, ada masuk 8 kali angsuran, sisanya masih titipan. Pokoknya kurang 2 kali angsuran jika Rp 4,5 juta itu.

“Dititipkan Rp 4,5 juta saja loh, masih kurang 2 kali angsuran. Titipnya di kantor langsung, kwitansi dari kantor langsung,” beber Agus.

Disinggung terkait seberapa besar bunga pinjaman di Koperasi Artha Niaga, ia menyampaikan tidak mengetahuinya secara pasti, lantaran pihaknya mengaku sebagai orang lapangan.

“Wah saya orang lapangan, gak tahu masalah bunganya. Kalau mas Agung ingin tahu, monggo silahturahmi ke sini,” paparnya.

Sebelumnya, Mujianto sempat mendatangi awak media dan menceritakan kekesalannya terhadap oknum pegawai KSP Artha Niaga yang bernama Ari Agus Setiawan alias Ambon. “Iya dipermainkan,” ujarnya.Kamis (16/05/2024) malam.

Pengalaman tak menyenangkan itu di alaminya, saat Agus, sapaan akrab oknum pegawai KSP Artha Niaga ini berkomitmen membantu urusan pengajuan finishing lebih cepat, ketika Mujianto bermaksud membayar administrasi pelunasan atas jaminan BPKB miliknya. 

“Sudah pelunasan, mau ngambil BPKB tapi dipersulit di Koperasi Artha Niaga. Katanya satu hari setelah pelunasan bisa keluar,” kisahnya.

Pewarta : Agung Ch

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *