Gelorakan Semangat ‘Green Policing’, Polda Riau Umumkan Pemenang Lomba Orasi Lingkungan 2026

Meni
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK., SH., M.Hum saat menyampaikan pidato pada kegiatan lomba Green Policing di Mall SKA Pekanbaru, minggu 15/02/26. Dok Humas Polda Riau
A-AA+A++

PEKANBARU (LINTASPENA.COM) – Atrium Mal SKA Pekanbaru menjadi saksi bisu lahirnya para orator muda yang peduli lingkungan. Pada Minggu (15/2/2026), Kepolisian Daerah (Polda) Riau sukses menggelar Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing 2026 bertema “Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan”.

Ajang yang dimulai sejak 14 Januari 2026 ini diikuti oleh 102 peserta dari 11 provinsi di Indonesia. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, mencakup kategori pelajar SMA hingga mahasiswa.
Daftar Jawara Orasi Green Policing 2026

Setelah melalui tahap penilaian ketat pada awal Februari, berikut adalah para pemenang utama:

  • Kategori Pelajar Riau: Juara I diraih oleh Andhini Nirmala Putri (SMAN 2 Tebing Tinggi), disusul Bayu Saputra, Faeyza Putra Yelfindra, Hafid Maulidin, dan Muhammad Rafhi.
  • Kategori Pelajar Luar Riau: Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan (MAN 22 Jakarta) keluar sebagai yang terbaik, diikuti oleh Dahliatus Salsabillah, Juliando Samloy, Mardiana, dan Viola Aurora.
  • Kategori Mahasiswa: Edi Sahputra (Universitas Terbuka) menempati podium pertama, diikuti M. Alwi Zikri, Meysah Ibrahim Nasution, Nadia Gayatri, dan Zikra Tiara Bintang.
  • Juara Favorit: Shaina Syaftari Putri (Pelajar Riau), Mardiana (Pelajar Luar Riau), dan M. Alwi Zikri (Mahasiswa).

Visi Green Policing: Dari Antroposentrisme ke Ekosentrisme

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan bahwa Green Policing adalah upaya pemolisian modern untuk mengubah stigma lingkungan di Riau. Ia menyoroti degradasi hutan Riau yang menyusut drastis dari 5,7 juta hektar menjadi 1,7 juta hektar dalam satu dekade terakhir.

“Kita harus berangkat ke hulu. Selama ini kita hanya fokus pada pemadaman, sekarang kita fokus pada pelestarian. Green Policing adalah cara kita menjaga alam melalui aksi polisional yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk adik-adik pelajar,” tegas Irjen Herry.

Kapolda juga mengajak generasi muda untuk mengubah paradigma dari antroposentrisme (manusia sebagai pusat) menjadi ekosentrisme (kepedulian pada seluruh ekosistem). Ia menutup sambutannya dengan pesan unik, “Saya mewakili gajah dan pepohonan menyampaikan pesan: ‘Gajahlah’ kebersihan,” pungkasnya.

Melalui kompetisi ini, Polda Riau berharap gagasan kritis dan solusi inovatif yang disampaikan para peserta tidak hanya berhenti di panggung orasi, tetapi menjadi gerakan nyata bagi lingkungan hidup yang berkelanjutan di masa depan.

Liputan : Fn
Editor : Ach