PEKANBARU, Lintaspena.com | Pembangunan Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau diduga terbengkalai, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Bahtera Muda Independen (LSM-BADAI) Ebert Pakpahan beserta Media lintaspena.com melakukan pantauan investasi terkait Pembangunan Gedung Kantor BNN Riau di jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Bukit Raya, Pekanbaru Selasa, 21/05/2024.

LSM BADAI minta izin pada pihak penjagaan security bertujuan mengambil dokumentasi foto pembangunan Gedung BNN tersebut dengan spontan pihak security melarang.

“Dilarang memotret bang, itu arahan jenderal ke kami dan apapun alasannya kami melarang.” Sebut Buyung.

Dari pernyataan Buyung tersebut menghalangi wartawan meliput dan mengambil dokumentasi, sementara pembangunan gedung BNN bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi Riau tahun anggaran 2023.

“Pertanyaannya ada apa yang disembunyikan pihak Kontraktor pelaksanaan pembangunan digedung BNN tersebut hingga dilarang meliput dan mengambil dokumentasi?” Ujar Teringatan.

Ketua LSM-BADAI mengatakan terkait masalah bangunan gedung BNN pekerjaan ini baru selesai dengan progres sebesar 60% tampak di lapangan untuk pekerjaan finishing antara lain pekerjaan dinding sebagian belum selesai, pekerjaan cat, plafon, dan elektrikal juga belum selesai.

“Sehingga dari pantauan Kita di lapangan pekerjaan yang diselesaikan baru hanya sebatas fisik bangunan, untuk pekerjaan finishing sampai saat ini belum ada yang selesai. Kita tidak tahu apa yang menjadi kendala yang dialami oleh kontraktor sehingga pembangunan gedung ini sangat kita nilai lambat sekali, kita juga menduga bahwasanya pembangunan gedung ini sudah mengalami putus kontrak.” ungkapnya.

Sementara nilai proyek tersebut dengan Pagu Anggaran Rp. 19.260.505.421,00 rupiah dikerjakan oleh PT. Bunda sangat disayangkan anggaran yang telah disediakan oleh pemerintah provinsi Riau tidak bisa menyelesaikan sehingga kondisi Gedung Kantor BNN provinsi Riau saat ini diduga terbengkalai.

Menurut analisa LSM BADAI dilapangan tentang pembangunan Gedung Kantor BNN Provinsi Riau sangat disayangkan bahwasanya diduga pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan pembangunan tersebut, apa karena kekurangan anggaran atau akibat faktor lain.

“Hemat kami harapkan agar pihak Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Wilayah Riau agar sangat teliti mengaudit pembangunan Gedung Kantor BNN Riau tersebut dan adanya transparansi dalam penggunaan anggaran yang telah disediakan oleh pemerintah provinsi Riau, pinta Pakpahan. Mengakhiri.

Media ini lakukan konfirmasi melalui   whatsapp 0853745***** nomor Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Provinsi Riau, Arif Setiawan, (21/05) tak gubris, hingga berita ini tayang.(Red)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *