PEKANBARU (LintasPena.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru melakukan intensifikasi pengawasan pangan dengan menyisir Pasar Takjil di Jalan WR Supratman dan Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Pekanbaru, Kamis (20/2/2026). Langkah ini diambil guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) lintas sektor. Fokus utamanya adalah memantau peredaran bahan pangan berbahaya sekaligus mengedukasi warga mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan.
“Momentum Ramadan memicu peningkatan aktivitas penjualan pangan secara signifikan. Kami hadir untuk memastikan takjil yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan berbahaya,” ujar Alex Sander dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).
Dalam inspeksi tersebut, petugas mengambil sampel pangan yang dicurigai dan langsung melakukan uji cepat (rapid test kit) di lokasi. Pengujian menyasar empat parameter bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan, yakni Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
“Dari total 22 sampel yang kami uji di dua titik tersebut, hasilnya negatif. Seluruh sampel dinyatakan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Selain melakukan uji laboratorium lapangan, BBPOM juga membagikan brosur edukatif mengenai kewaspadaan terhadap bahan berbahaya, penggunaan aplikasi BPOM Mobile, hingga sosialisasi pencegahan stunting dan resistensi antimikroba.
Alex mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif menjadi konsumen cerdas. Ia menekankan pentingnya prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk pangan.
“Selalu pastikan memeriksa Kemasan dalam kondisi baik, baca Label, pastikan memiliki Izin edar, dan tidak melewati masa Kedaluwarsa,” pungkasnya.((Sa)
Liputan : Sa
Editor : Red










Tidak ada Respon